Teranyar, Persiba harus mengakui keunggulan Persela Lamongan dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (4/1/2025). Kekalahan ini terasa kian menyakitkan mengingat Persiba sejatinya unggul jumlah pemain sejak babak pertama.
Persela harus bermain dengan 10 orang setelah Yoga Pratama diganjar kartu merah pada menit ke-32 menyusul pelanggaran keras terhadap Lorensius Amanat Sabda. Namun keunggulan jumlah pemain tersebut gagal dimanfaatkan secara maksimal oleh anak asuh Muhammad Nasuha.
Alih-alih berhasil menorehkan gol, gawang Persiba justru kebobolan di awal babak kedua. Pada menit ke-47, Muhammad Talib yang lolos dari pengawalan lini belakang Persiba sukses mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam laga itu sekaligus memastikan kemenangan Persela yang diasuh Bima Sakti, putra asli Kota Balikpapan.
Hasil ini memperpanjang catatan negatif Persiba Balikpapan menjadi tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Terakhir kali Persiba meraih tiga poin terjadi pada pekan ketujuh putaran pertama saat menundukkan Persiku Kudus di Stadion Batakan pada pertengahan Oktober lalu.
Dari hasil laga itu, Persiba Balikpapan kini berada di peringkat ke-7 klasemen sementara dengan koleksi 11 poin dari 14 pertandingan. Persiba mencatatkan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan sembikan kekalahan, dengan produktivitas 13 gol serta 23 kali kebobolan.
Di bawah Persiba, berada Persiku Kudus, tim yang terakhir memberikan kemenangan buat Persiba dengan skor 3-0. Kudus baru mengoleksi delapan poin dari 13 laga, hasil dari dua kemenangan, dua seri, dan sembilan kekalahan, dengan catatan gol identik yakni 13 memasukkan dan 23 kemasukan. Artinya hanya terpaut tiga poin dari Persiba Balikpapan.
Sementara itu, tepat di bawah Kudus terdapat zona playoff degradasi yang ditempati PSIS Semarang di peringkat kesembilan. Dari 14 pertandingan yang telah dijalani, PSIS hanya meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang, serta menelan 10 kekalahan. Tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut mengoleksi delapan poin, mencetak tujuh gol, dan kebobolan 30 gol.
Adapun zona degradasi langsung atau peringkat ke-10 dihuni Persipal Palu. Dari 14 laga yang telah dimainkan, Persipal belum meraih satu pun kemenangan. Mereka hanya mencatat enam hasil imbang dan delapan kekalahan, dengan total enam poin, produktivitas tujuh gol, dan kebobolan 30 gol.
Hingga kini, Pegadaian Championship hanya menyisakan empat pertandingan. Dari empat laga tersebut, Persiba Balikpapan masih diuntungkan dengan tiga laga kandang di Stadion Batakan. Namun tantangan yang dihadapi tidak ringan.
Persiba dijadwalkan menjamu Persipura Jayapura tim yang berada di peringkat ketiga, Barito Putra selaku pemuncak klasemen, serta Deltras Sidoarjo yang berada di peringkat ema. Satu laga tandang akan dijalani Persiba menghadapi Persiku Kudus, tim yang posisinya tepat satu tingkat di bawah Persiba.
Pada putaran pertama lalu, Persiba hanya mampu meraih satu poin dari tiga laga tandang melawan tim-tim papan atas tersebut. Persiba menahan imbang Deltras Sidoarjo 1-1, sementara saat menghadapi Persipura kalah 1-0 dan tumbang telak 0-3 dari Barito Putra.
Secara matematis, dengan empat laga tersisa, setiap tim masih berpeluang meraih maksimal 12 poin tambahan. Bagi Persiba Balikpapan yang saat ini mengoleksi 11 poin, ambang aman realistis berada di kisaran 15–17 poin. Artinya, Persiba wajib mengamankan minimal empat hingga enam poin dari empat laga tersisa setidaknya satu kemenangan dan satu hasil imbang untuk memastikan tetap bertahan di Pegadaian Championship.
Kegagalan meraih poin dalam laga-laga krusial tersebut akan membuat Persiba kian terjepit, mengingat PSIS Semarang dan Persipal Palu masih memiliki peluang secara matematis untuk mengejar. Empat pertandingan ke depan pun menjadi penentu nasib Beruang Madu di kompetisi musim ini.
Editor: Erwin