Pertandingan ini merupakan bagian penting dari perjuangan Beruang Madu menjaga asa bertahan di kompetisi Liga 2.
Tekanan menghampiri Persiba usai kembali gagal meraih kemenangan pada laga sebelumnya. Enam laga tanpa kemenangan membuat margin aman dari zona degradasi semakin menipis. Dengan jarak poin yang kian ketat, setiap pertandingan kini bernilai strategis bagi masa depan Persiba.
Pelatih Persiba Balikpapan, Muhammad Nasuha, menyadari betul arti penting laga kontra Persela. Menurutnya, tim tak lagi memiliki ruang untuk kehilangan poin secara beruntun, terlebih di fase krusial kompetisi.
“Situasi ini menuntut kami bermain lebih cerdas. Setiap poin sangat berarti untuk menjaga posisi kami di Liga 2,” ujar Nasuha usai sesi persiapan terakhir tim.
Ia mengakui kondisi skuad belum sepenuhnya ideal. Sejumlah pemain masih harus absen akibat cedera, sehingga tim berangkat ke Lamongan dengan komposisi terbatas.
Meski demikian, Nasuha menegaskan fokus tim bukan pada keterbatasan, melainkan pada bagaimana mengelola pertandingan.
“Kami membawa pemain yang siap. Di laga seperti ini, disiplin dan fokus menjadi kunci utama,” katanya.
Persiba juga harus mewaspadai Persela Lamongan yang kini tampil dengan wajah baru. Perubahan di jajaran pelatih dan komposisi pemain membuat tuan rumah diprediksi tampil lebih agresif, apalagi dengan dukungan suporter di Stadion Surajaya.
“Persela punya motivasi tinggi di kandang. Kami harus kuat secara organisasi dan tidak kehilangan konsentrasi,” tambah Nasuha.
Dari sisi pemain, tekad untuk bertahan di Liga 2 menjadi motivasi utama. Pemain Persiba, Dwi Gino, menyebut seluruh skuat menyadari bahwa laga di Lamongan memiliki dampak langsung terhadap nasib tim.
“Kami tahu ini pertandingan penting. Semua pemain sepakat untuk berjuang maksimal, karena ini menyangkut kelangsungan Persiba di Liga 2,” ujarnya.
Laga melawan Persela Lamongan pun menjadi titik ukur sekaligus ujian mental bagi Persiba Balikpapan. Hasil di Stadion Surajaya tidak hanya menentukan raihan poin, tetapi juga arah perjuangan Beruang Madu dalam menghindari zona degradasi hingga akhir musim.
Editor: Erwin