Wakil Ketua Asprov PSSI Kaltim Syafruddin Duntu dalam sambutannya menjelaskan kongres kali ini akan menjadi forum resmi untuk mengesahkan statuta baru organisasi.
Statuta tersebut merupakan tindak lanjut dari Kongres PSSI di Jakarta yang digelar sehari sebelumnya.
“Hari ini kami bisa melaksanakan kongres PSSI dan ada beberapa hal yang menjadi catatan resmi,” sebutnya
“Berdasarkan hasil kongres di Jakarta kemarin, hari ini akan dilakukan pengesahan statuta baru. Statuta lama (2019) akan dicabut dan diganti dengan statuta terbaru (2025),” ujar Syafruddin.
Perubahan status ini penting untuk memastikan seluruh perangkat organisasi daerah dapat menjalankan tugas sesuai regulasi terbaru.
Statuta baru tersebut tidak dapat diberlakukan sebelum mendapatkan persetujuan dalam kongres.
Ada beberapa Askab/Askot di Kaltim yang masa periodenya telah berakhir, sehingga membutuhkan penyesuaian berdasarkan ketentuan baru.
“Ada beberapa yang masa berlakunya sudah habis. Secara otomatis kita harus melaksanakan penyesuaian berdasarkan statuta tahun yang baru ini. Mudah-mudahan hari ini bisa kita sahkan dan segera diberlakukan ke depan,” jelasnya.
Ada lima Askab/Askot, seperti Paser, Bontang, Kutim dan beberapa daerah lain yang periode kepengurusannya telah habis.
Hal ini akan dibahas lebih rinci oleh Sekjen PSSI dalam sesi kongres, termasuk hasil workshop yang sebelumnya digelar di Surabaya.
“Itulah beberapa hal penting yang saya sampaikan hari ini. Nanti dalam kongres semua akan dijelaskan secara lengkap,” tutupnya.
Kongres Asprov PSSI Kaltim tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi serta memperkuat tata kelola sepak bola di Kaltim.
Editor Aspian Nur