Tak hanya ke liga 2, bahkan hingga ke kasta ketiga sebelum akhirnya kembali ke kasta ke dua pada tahun ini.
Namun posisi tim kebanggaan masyarakat Kota Balikpapan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Alih-alih kembali ke kasta tertinggi Persiba justru makin dekat dengan zona degradasi.
Hingga pekan ke 12, tim yang berjuluk Beruang Madu tersebut justru masih berada di peringkat ke 7 dengan raihan 11 poin, terpaut 5 poin dari zona play off degradasi, dan 6 poin dari tim juru kunci yang baru saja menumbangkan Persiba yakni PSIS Semarang, Minggu (23/11/2025) malam.
Kekalahan demi kekalahan membuat Stadion Batakan menjadi sepi penonton, tapi di satu sisi masih ada suporter yang tetap setia mengawal setiap langkah Persiba Balikpapan. Kendati demikian, kekalahan demi kekalahan membuat para suporter fanatik ini akhirnya murka.
Setelah peluit panjang dibunyikan oleh wasit Zulfriadi yang memimpin jalannya laga Persiba vs PSIS, suara minor terdengar dari tribun selatan, tribun yang dihuni para suporter fanatik Persiba yang dikenal dengan nama Balistik akronim dari Balikpapan suporter fanatik.
Biasanya, di akhir laga para pemain membentuk lingkaran di tengah lapangan untuk menyanyikan anthem ‘berjanji untuk setia’ bersama para suporter. Namun pemandangan itu terlihat sedikit berbeda, para suporter memilih bungkam. Seusai lagu, nyanyian menyinggung manajemen bergema kembali di tribun selatan.
Itu bukan puncak dari protes, seusai jumpa pers, tepatnya saat pemain keluar lorong stadion menuju bus, puluhan suporter membentangkan spanduk berwarna putih yang bertuliskan ‘manajemen bobrok’ serta satu spanduk lagi bertuliskan ‘JKT janji palsu, JKTxBPN not connect’ tepat di depan bus yang berisikan pemain Persiba.
Suporter selain meneriakkan kebobrokan manajemen juga meminta Pelatih Persiba Balikpapan menemuinya. Nasuha yang terlanjur masuk ke dalam bus akhirnya turun untuk menemui suporter. Di hadapan eks pemain Timnas Indonesia itu, para suporter melampiaskan keluh kesahnya.
“Pertama saya meminta maaf karena belum bisa memberikan kemenangan pada malam ini, tapi inilah sepak bola, yang penting jangan salahkan pemain ini tanggung jawab saya,” ujar Nasuha.
Nasuha mengatakan sejatinya tim-nya bisa menguasai jalannya laga, berbagai peluang berhasil diciptakan namun belum mampu membuahkan gol. Sedangkan dari PSIS yang bermain bertahan mampu membuahkan gol melalui serangan balik. “Mereka hanya satu change tapi mereka bikin gol,” tutur Nasuha.
Nasuha yang juga pernah menjadi pemain profesional dan bahkan hingga membela tim nasional seakan tahu betul bagaimana kondisi timnya. Untuk itu, ia memilih memasang badan untuk para pemainnya.
“Saya yang bertanggung jawab atas kekalahan ini,” ujar pelatih yang membawa Persiba promosi ke Liga 2 Indonesia tersebut.
Tak hanya itu, para suporter juga menanyakan masalah internal tim. Persiba, dikabarkan sudah dua bulan tidak menerima gajih. Menjawab itu, Nasuha mengatakan bahwa tim ini sudah dalam kondisi yang cukup baik.
“Gaji yang bulan lalu sudah dibayarkan, bahkan saat ini kami sudah kembali berlatih di sana (menunjuk lapangan latihan di Stadion Batakan, red),” ungkapnya.
Hadangan dari suporter tak hanya dari lorong, saat keluar dari pagar Stadion Batakan, sejumlah suporter sembari menyalakan flare kembali menghadang bus pemain.
Dengan suara yang sama, para suporter itu kembali meminta Nasuha untuk turun. Diketahui, Balistik juga terbagi beberapa korwil, yang di luar itu adalah dari korwil lainnya dengan jumlah yang lebih banyak dibanding saat pemain keluar lorong.
Di sana, tampak Kasatsamapta Polresta Balikpapan AKP Muhammad Chusein mengawal Nasuha untuk menemui para suporter, “Janji untuk kondusif ya,” kata Chusein sembari membentuk pengawalan.
Namun, saat itu Korankaltim.com tidak bisa mendengar secara langsung perbincangan antara suporter dengan pelatih Persiba. Mereka tampak duduk lesehan sembari berbincang tepat dari bus pemain.
Editor: Erwin