Ya, ini untuk pertama kalinya di persepakbolaan Tanah Air ada tim yang sejak awal musim bergulir hingga memasuki pekan ke-12 belum tersentuh hasil imbang apalagi kekalahan.
Dan Borneo FC menorehkan catatan itu pada pertandingan ke-10 mereka menghadapi Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (9/11/2025) malam tadi.
Pesut Etam sukses menundukkan tuan rumah Kabau Sirah dengan 0-2 melalui dwigol penyerang andalan mereka, Mariano Peralta. Sensasional, itulah kata yang layak disematkan untuk tim tamu. Mereka bermain seperti di kendang sendiri dibawah guyuran hujan deras karena menekan tuan rumah sejak menit awal.
Gol Peralta dicetak menit 6 babak pertama dan menit 62 babak kedua, memastikan Semen Padang kini berstatus tim dengan kekalahan beruntun terbanyak, delapan kali. Pergantian pelatih dari Eduardo Almeida ke Dejan Antonic nyatanya tak memperlihatkan hasil signifikan. Dejan pun harus merasakan dua kekalahan sejak menukangi tim dari Kota Padang itu setelah sebelumnya pekan lalu juga kalah 1-2 dari tamu mereka Arema FC, hal mana yang membuat posisi mereka semakin sulit di papan bawah.
Khusus untuk kiper Borneo FC Nadeo Argawinata, kapten tim itu mencatat clean sheet keenam dari 10 laga musim ini, mempertegas solidnya lini belakang Borneo FC.
Statistic di klasemen dengan puncak klasemen diduduki Borneo FC pun cukup mencengangkan. Mereka berhasil mencetak 23 gol dan baru kemasukan 4 gol dan dari 10 pertandingan itu 6 diantaranya jala gawang Nadeo tak pernah bergetar alias kebobolan.
Meski memiliki catatan luar biasa, namun kembali Fabio Lafundes sebagai pelatih meminta anak asuhnya tak tinggi hati dan tetap fokus pada progres tim di setiap pertandingan.
“Selama musim ini saya tidak pernah melihat peringkat. Yang terpenting bisa mendapatkan kemenangan dan selalu mempertahankan hasil positif tersebut,” tegas Fabio Lefundes.
Selanjutnya setelah jeda internasional dua pekan, Borneo FC akan kembali bertanding pada 22 November di Stadion Segiri Samarinda menghadapi Madura United malam hari.
Berselisih 7 poin dengan Persija Jakarta diposisi kedua klasemen, Borneo FC yang mengumpulkan 30 angka kian merasakan “udara dingin” dipuncak klasemen dengan sisa laga di bulan November ini menghadapi Bali United pada 30 November di depan pendukung sendiri. Masih ada sisa 7 laga untuk menuntaskan putaran pertama yang diperlukan Borneo FC untuk terus mencetak winstreak di kompetisi Liga Super musim 2025/2026 ini.
Editor: Aspian Nur