Tim berjulukan Tangsel Warriors itu harus merasakan kekalahan ketiga secara beruntun atau yang keenam kalinya musim ini usai dipermak tuan rumah 4-0 lewat gol-gol yang dicetak dari sundulan Christophe Nduwarugira menit 16, penalty Mariano Peralta menit 70 dan sontekan Joel Vinicius menit 79 serta gol kedua Peralta di waktu tambahan menit 90+5.
Borneo FC kini menyamai rekor sembilan kemenangan beruntun yang sebelumnya dicatatkan oleh PSM Makassar pada Liga 1 musim 2022/2023 dan berpeluang untuk memecahkan rekor PSM Makassar tersebut saat berlaga menghadapi Semen Padang di Padang Minggu (9/11/2025) malam nanti di pekan ke-12.
“Sebelum pertandingan kami sudah membuat analisis mengenai kekuatan Dewa United dan ternyata berhasil dijalankan dengan baik oleh pemain di lapangan,” kata pelatih Borneo FC Fabio Lefundes usai pertandingan malam tadi melansir dari laman resmi klub.
Fabio memuji rasa percaya diri pemainnya yang terus meningkat dalam beberapa pertandingan terakhir. Nadeo Argawinata dkk kini lebih memahami instruksi pelatih dan mampu mengeksekusinya dengan baik. "Mereka paham apa yang saya sampaikan dan itu sangat bagus," imbuhnya.
Apresiasi diberikan pria asal Brasil itu kepada jajaran staf pelatih yang bekerja keras menganalisis permainan lawan. Ia menyebut kemenangan ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata peran dirinya. "Bukan cuma saya sendiri. Di balik saya ada staf yang kerja hari demi hari. Mungkin 10 persen kerja saya, sisanya punya pemain dan staf," tegas Fabio.
Fabio sudah meminta anak asuhnya tidak larut dalam euforia kemenangan. Selebrasi hanya boleh berlangsung sampai tengah malam sebelum kembali fokus ke laga berikutnya melawan Semen Padang. “Sampai jam 12 boleh selebrasi, lewat satu menit dari itu harus pikir pertandingan berikutnya," ungkapnya.
jelang laga menghadapi Semen Padang, tim akan memanfaatkan waktu singkat untuk pemulihan fisik sebelum bertolak ke Sumatera Barat. "Kami latihan lagi dan besok berangkat ke Padang. Recovery jadi hal penting dan kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin," pungkasnya.
Sementara pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink mengaku kecewa dengan kekalahan Egy Maulana Vikri dkk. Menurutnya, pertandingan berjalan tidak sesuai rencana. Pria asal Belanda itu menilai anak asuhnya sempat menguasai jalannya permainan sebelum gol pembuka Borneo mengubah momentum. Ia menyebut Dewa United sebenarnya mampu mendikte permainan lawan, namun gagal memanfaatkan peluang.
"Kami dikte permainan, mereka (Borneo) tidak tahu cara mengatasi pertahanan kami, juga tidak punya solusi dari sisi kanan. Tapi di sisi lain kami juga banyak menciptakan peluang," sebut Riekerink.
Masuknya mantan pemain Borneo FC Stefano Lilipaly diharapkan bisa menambah daya dobrak, namun nyatanya tak berhasil. Meski kecewa dengan hasil akhir, Riekerink tetap menilai timnya bermain baik secara keseluruhan. Hanya saja peluang yang diciptakan anak asuhnya tak berbuah gol. "Kalau lihat cara kita main, saya rasa kita tim yang lebih baik. Tapi melihat bagaimana mereka menciptakan peluang, mereka juga menunjukkan kualitas yang lebih baik," sebutnya.
Sementara pemain Dewa United Alta Ballah juga tak menutupi rasa kecewanya. “Tentu hasil ini sangat mengecewakan. Apalagi kami sudah jalankan instruksi pelatih. Tapi kami harus move on, lihat ke depan, karena Dewa United punya banyak pemain bagus. Fokus ke pertandingan selanjutnya," ucap putra dari mantan pesepakbola asal Liberia yang pernah bermain di Indonesia Antonio Jomah Ballah ini.
Dewa United saat ini terperosok di urutan ke-13 klasemen Super League 2025/2026 dengan hanya mengoleksi 10 poin, dan mereka kini hanya terpaut empat angka dari zona degradasi.
Editor: Aspian Nur