Nova Arianto sebagai arsitek tim pun menyayangkan penampilan anak asuhnya dan menilai timnya tampil grogi serta gagal berani sejak awal pertandingan.
Menurutnya, rasa takut untuk bermain menjadi kendala utama yang membuat anak asuhnya gagal tampil lepas. "Di level Piala Dunia kalau tidak berani bermain atau takut ya situasinya akan menjadi sulit. Bisa dilihat ada perbedaan secara permainannya di babak pertama dengan babak kedua," kata Nova melansir dari laman pssi.
Di babak kedua para pemain mulai menunjukkan peningkatan dalam determinasi dan keberanian menghadapi lawan, hal mana yang membuat permainan Garuda Muda terlihat lebih hidup. "Banyak peluang dibabak kedua karena tampil lebih berani, tidak seperti dibabak pertama. Sayangnya kami tidak bisa menambah gol,” sebut Nova.
Kendati kecewa, mantan bek timnas Indonesia ini tetap memberikan apresiasi terhadap semangat juang anak asuhnya yang sudah berusaha keras untuk bangkit. "Di ruang ganti saya sampaikan, kalau kalian para pemain takut di lapangan, takut untuk benturan, takut dalam menguasai bola maka selalu ditekan," tegasNova.
Nova menambahkan, secara taktik, timnya sudah berusaha mengantisipasi kekuatan Zambia yang dikenal memiliki kecepatan di sektor sayap. Namun, kelengahan di beberapa momen justru membuat gawang Indonesia kebobolan.
Perbaikan mental dan fokus jelang menghadapi Brasil Jumat (7/11/2025) pada laga kedua harus dilakukan. Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Garuda Muda untuk memperbaiki posisi di klasemen, apalagi Brasil menggilas Honduras 7-0.
Saat ini, Zahaby Gholy cs berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup H dengan nol poin dan selisih gol minus dua. Kemenangan atas Brasil menjadi target wajib agar peluang ke babak 32 besar tetap terbuka.
Sementara pelatih Zambia Dennis Makinka mengakui kemampuan Indonesia. "Kami datang ke Piala Dunia sebagai debutan dan Indonesia telah berpartisipasi di turnamen ini sebelumnya, itu merupakan tantangan yang cukup besar," ujar Makinka.
Perbedaan itulah yang membuat anak asuhnya sempat tertinggal 0-1 dari Indonesia diawal laga. Namun Makinka sudah mempersiapkan timnya sebaik mungkin dengan mengamati pertandingan-pertandingan Timnas Indonesia U17 sebelumnya. "Kami sudah mempelajari permainan mereka dan membuat strategi untuk menghentikan perlawanan Indonesia," lanjutnya.
Editor: Aspian Nur