Hal itu pun diakui pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto. Anak asuhnya disebut Nova dari segi postur tubuh pun sudah kalah dari Zambia U-17, namun ia ingin mental pemenang bergelora dari dada seluruh pemain.
"Soal mental adalah catatan buat saya. Secara body pasti berbeda karena ketika bertemu Pantai Gading dan Panama, secara postur kami sangat kalah. Tapi saya bilang ke pemain untuk mempunyai mental yang kuat agar bisa bersaing," kata Nova melansir dari laman resmi PSSI jelang pertandingan.
"Kami juga ada tim psikolog yang mengelola aspek mental pemain sebelum tampil di Piala Dunia. Taktik tidak akan bisa berjalan tanpa mental pemain yang baik," jelasnya.
Nova Arianto menegaskan anak asuhnya saat ini fokus menghadapi Zambia, sebelum nantinya menghadapi Brasil di laga kedua. “Semua lawan di grup ini memiliki kualitas yang baik. Saya ingin pemain fokus dulu pada satu pertandingan, yaitu melawan Zambia. Laga ini akan menjadi kunci langkah kami selanjutnya,” kata Nova.
Nova mengingatkan para pemain untuk memanfaatkan pengalaman dari babak kualifikasi dan Piala Asia U-17 sebelumnya sebagai pelajaran berharga. Ia mencontohkan, kemenangan pada laga pertama selalu memberi dorongan besar bagi kepercayaan diri tim. “Dalam kualifikasi, kemenangan pertama atas Kuwait menjadi modal penting untuk lolos ke Piala Asia. Begitu juga saat kami menang atas Korea Selatan di laga pertama Piala Asia, semangat tim meningkat pesat. Saya berharap hal serupa terjadi melawan Zambia,” tuntasnya.
Sementara pelatih Zambia U-17 Dennis Makinka menyatakan timnya sudah menyesuaikan diri dengan baik sejak tiba di Qatar, setelah menjalani pemusatan latihan beberapa hari di Dubai.
"Kami hanya fokus dan sangat antusias untuk memainkan laga pertama kami menghadapi Indonesia. Kami siap untuk pertandingan ini dan berharap pertandingan akan berlangsung sangat baik,” kata Makinka. “Sebelum turnamen dimulai, saya bisa mengatakan kami siap 100 persen,” tambahnya.
Editor: Aspian Nur