Yang kedua adalah gol kemasukan yang paling minim oleh Borneo FC dari 18 kontestan lainnya. Dalam delapan pertandingan, anak asuh Fabio Lafundes baru kemasukan 4 gol, membuktikan kokohnya lini pertahanan dengan Nadeo Argawinata sebagai kiper jadi kunci utama karena sudah membuat empat clean sheet alias tak kebobolan. Minimnya gol kemasukan ini hanya selisih satu gol dengan Bhayangkara FC yang baru kebobolan 5 gol dalam 8 laga.
Yang terakhir, selisih gol anak-anak dari Kota Tepian juga paling besar, 13 gol, dibanding tim lainnya. Borneo FC mencetak 17 gol, sama dengan Persija Jakarta dan Malut United, namun Persija kebobolan 9 gol sementara Malut kemasukan 11 gol. Itu artinya, lini serang Borneo FC juga tak kalah impresifnya dengan barisan pertahanan.
Keseimbangan antarlini jadi kunci tim yang dimanajeri Dandri Dauri ini tak pernah meraih hasil imbang apalagi kalah sejak kick off kompetisi bergulir. Kemenangan terbaru atas Singo Edan 1-3 pada Minggu (26/10/2025) sore kemarin di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, seharusnya bisa jadi clean sheet kelima Nadeo dibawah mistar gawang kalau saja pemain timnas Indonesia itu tak melakukan pelanggaran di area terlarang.
Meski menang, namun Fabio Lafundes sebagai arsitek tim tetap melakukan evaluasi karena sejatinya meski bermain sebagai tamu, bisa lebih banyak gol yang mereka cetak karena tuan rumah bermain dengan 9 orang pasca Julian Guevara dan Bayu Setiawan kena kartu merah menit 58 dan 77. "Soal hasil pasti bagus dan luar biasa, tapi tetap ada kesalahan. Finishing harus lebih efektif," tegas Lafundes usai laga.
Borneo FC unggul cepat melalui Mariano Peralta menit 3, digandakan Douglas Coutinho menit 78 dan ditutup gol Juan Villa menit 90+11. Arema FC mencetak gol via penalty Dalberto menit 90+7. “Kami unggul cepat karena Arema tak melakukan pressing tapi kami terlalu Santai dan itu tidak bagus,” tegas Lafundes.
Borneo FC selanjutnya akan menjamu Dewa United Rabu, 5 November malam hari pekan depan di Stadion Segiri Samarinda dan tentu saja mengincar tambahan tiga angka dari lawan mereka yang berada diposisi ke-12 klasemen dan baru saja bermain imbang 1-1 kala menjamu Phnom Penh Crown FC dari Kamboja dari ajang AFC Challenge League.
Dengan 24 angka, Borneo FC bermargin 7 poin dengan Persija Jakarta, Malut United dan Persita Tangerang yang ada diposisi kedua, tiga dan empat klasemen sementara hingga matchday ke-8.
Pelatih Arema FC Marcos Santos menyebut hasil ini tidak sesuai dengan target yang diinginkan. "Kebobolan cepat cukup mengganggu taktik kami," kata Marcos.
"Di babak kedua kami sudah siap untuk membalas tapi wasit mulai mengganggu dengan memberikan banyak kartu hingga dua pemain kami harus diusir," ungkapnya.
Meski kalah Marcos tetap memuji kerja keras anak asuhnya yang masih berjuang hingga menit akhir. Marcos juga meminta maaf kepada Aremania yang telah mendukung Arema FC berjuang dalam pertandingan ini.
"Mohon maaf juga untuk Aremania yang ada di rumah dan di stadion atas kekalahan ini," tutupnya.
Arema yang berada diurutan ke-8 klasemen akan kemblai bertanding 3 November dijamu Semen Padang, klub yang berada didasar klasemen.
Editor: Aspian Nur