Bersama Persebaya, Persib, dan PSM Makassar, tim berjuluk Pesut Etam itu baru tampil enam kali, atau satu pertandingan lebih sedikit dibanding sebagian besar tim lain di kompetisi musim ini.
Penundaan pertama terjadi pada laga tandang pekan ke-4 melawan Persib Bandung, yang batal digelar karena alasan keamanan.
Sementara laga pekan ke-8 tertunda sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Timnas Indonesia di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menanggapi dua pertandingan yang tertunda itu, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, memastikan bahwa situasi tersebut tidak menimbulkan kendala bagi timnya.
Menurutnya, seluruh pihak telah berkoordinasi dan jadwal baru sudah disepakati secara lisan.
“Secara resmi memang belum diumumkan, tapi dari hasil komunikasi, kami dijadwalkan menghadapi Persib pada 6 Desember 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Lalu, tanggal 28 Desember akan bertandang ke markas Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate,” jelas Dandri, Jumat (10/9/2025).
Ia menegaskan, Borneo FC memahami sepenuhnya alasan di balik penundaan dua pertandingan tersebut.
Faktor keamanan di Bandung dan dukungan terhadap perjuangan tim nasional dianggap sebagai hal yang dapat diterima.
“Pada prinsipnya kami tidak mempermasalahkan. Selama alasan penundaannya jelas dan bisa dimengerti, kami siap menyesuaikan,” tegasnya.
Dandri juga menambahkan, meski belum ada surat resmi dari operator liga, pihaknya telah memperoleh konfirmasi melalui rapat daring yang digelar bersama panitia kompetisi.
“Kami siap kapan pun pertandingan dijadwalkan ulang. Apalagi kami tahu, seluruh laga putaran pertama harus rampung pada Desember ini karena putaran kedua sudah pasti dimulai pada 3 Januari 2026,” tutupnya.
Editor: Erwin