Tiga poin tambahan yang didapatkan usai menghentikan perlawanan Macan Kemayoran 3-1 di Stadion Segiri Samarinda Minggu (28/9/2025) malam tadi menjadikan Borneo FC terus berada dipuncak klasemen dibayangi tim promosi PSIM Yogjakarta yang mengemas 12 angka.
Laga terdekat Nadeo Argawinata dkk akan kembali dimainkan di Stadion Segiri dua pekan ke depan, tepatnya pada 18 Oktober menghadapi Persik Kediri. Itu artinya ada jeda cukup lama bagi pemain untuk me-recovery kondisi, sekitar dua pekan.
Terlepas dari itu, laga melawan Persij Jakarta menjadikan Juan Villa sebagai man of the match setelah memberikan dua assist luar biasa untuk gol yang dicetak Joel Vinicius menit 45 dan “gelandang pengangkut air” asal JepangKei Hirose menit 55 dengan satu gol yang dicetak Douglas Coutinho hasil umpan dari Fajar Faturrahman.
Fabio Lefundes memuji kerja keras anak asuhnya dari hasil kemenangan atas Persija Jakarta malam tadi. Faktor fisik dan kerja sama tim jadi kunci penting menurutnya dibalik hasil positif ini. "Pemain bekerja sangat bagus, pelatih juga sudah mengantisipasi apa yang terjadi dalam pertandingan," kata Fabio kepada media usai laga.
Kiper Nadeo Argawinata yang melakukan banyak penyelamatan mendapat pujian dari pria asal Brasil itu. "Nadeo tampil luar biasa, hasil dari kerja kerasnya. Dia tidak dipanggil timnas tapi menurut saya itu juga bagus juga karena dia bisa terus ikut latihan dengan kami," paparnya.
Soal strategi, Fabio mengakui sempat melakukan penyesuaian di ruang ganti setelah babak pertama. Ia juga menyoroti lawannya, Persija, yang menurutnya tak banyak melakukan perubahan taktik. "Saya heran, mereka hanya ganti nama pemain tapi tidak ada perubahan strategi," katanya.
Sementara Douglas Coutinho mengaku senang bisa mencetak gol dalam kemenangan Borneo FC. "Aku sangat bahagia bisa bantu tim dengan hasil ini. Semoga ini jadi gol pertama dari banyak gol saya untuk Borneo FC," harap Douglas.
Douglas mengaku siap ditempatkan di posisi mana saja oleh pelatih dan dapat membuat kemenangan bagi Borneo. "Saat masuk saya main sebagai striker, lalu pindah ke sayap, bahkan sempat di bek kiri dan kanan. Yang penting saya bisa lakukan apa yang coach minta," tegasnya.
Sementara dari kubu Persija Jakarta, pelatih Mauricio Souza menyoroti kepemimpinan wasit yang menurutnya merugikan timnya. "Pertama saya ingin ucapkan selamat untuk Borneo, mereka pantas menang karena kerja keras tim dan pelatihnya. Tapi soal wasit, saya harus bicara," ujar Souza.
Souza menilai timnya terlalu banyak diganjar kartu kuning oleh wasit di babak pertama, termasuk dirinya. Padahal menurutnya ada beberapa kartu yang tidak tepat diberikan.
"Bek kiri saya dapat kartu kuning, stopper saya juga, bahkan saya sendiri kena kartu. Padahal ada beberapa situasi yang bukan untuk kartu," tegasnya.
Keputusan wasit Nendi Rohaendi dinilai tidak konsisten dan mempertanyakan kredibilitasnya jadi pengadil di lapangan. "Kenapa hanya saya yang dapat kartu? Kenapa Fabio (pelatih Borneo) tidak? Kalau memang ada masalah dengan Persija, tolong sampaikan saja," ungkap Souza.
Duel sebesar ini seharusnya dipimpin wasit asing. "Saya lihat beberapa pertandingan dengan wasit asing berjalan lebih baik. Pemain merasa aman, ritme pertandingan lebih terjaga. Jadi untuk laga besar seperti ini seharusnya juga bisa dipimpin wasit asing," ucapnya.
Hal sama disampaikan kiper Persija Andritany Ardhiyasa yang juga mempertanyakan kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi. "Apakah layak laga papan atas seperti ini dipimpin wasit lokal, sementara di pertandingan lain ada wasit asing? Media bisa menilai," kata Andritany.
Editor: Aspian Nur