"Kami tidak dalam performa terbaik, dua pemain cedera, dua lagi tidak dapat izin dari tempat kerja dan satu lagi orangtuanya meninggal dunia. Jadi kami memaksimalkan pemain yang ada dan hasilnya kami kalah. Selamat untuk tim Loa Kulu," kata Sefliansyah kepada Korankaltim.com usai laga kemarin.
Secara permainan, Sefli mengatakan timnya cukup mendominasi namun lini depan kurang efektif dalam memanfaatkan peluang, kondisi sebaliknya dialami Loa Kulu yang berhasil memanfaatkan setiap peluang yang tercipta.
"Saya cukup menyayangkan beberapa keputusan ngawur yang diambil wasit tengah. Ada momen di mana pemain kami dilanggar, tapi tidak dianggap pelanggaran, itu yang akhirnya membuat pertandingan berjalan dengan tensi panas," ungkapnya.
"Harus ada evaluasi dari Askab PSSI Kukar soal wasit, jangan sampai dibiarkan. Yang merusak permainan itu bukan pemain tak paham taktik, tapi wasit yang terlalu sering salah dalam mengambil keputusan. Semoga ini bisa jadi catatan untuk exco yang membawahi wasit," tutup Sefli.
Editor: Aspian Nur