Ia menyebut, pada 19–20 September mendatang, I.League akan melakukan pemantauan langsung ke Stadion Segiri untuk menilai kelayakan fasilitas.
“Per tanggal 19, PT I.League datang untuk memantau langsung. Artinya, mereka akan meninjau ulang kondisi stadion. Hasil pemeriksaan itu akan diumumkan setelahnya,” ujar Dandri, Kamis (18/9/2025).
Ia juga menyinggung peluang Samarinda menjadi tuan rumah salah satu agenda PSSI, yakni kejuaraan usia 17 tahun.
Menurutnya, Kalimantan layak mendapat kesempatan setelah sebelumnya wilayah Sumatera telah menjadi penyelenggara.
“Kalau memang ada celah, kenapa tidak kita ambil? Bicara bandara kita sudah punya, hotel bintang lima juga ada. Soal lampu dan lapangan juga sudah selesai pemeriksaan. Tinggal bagaimana kita serius bersama-sama,” tegasnya.
Dandri menekankan, pembenahan stadion tidak bisa hanya ditopang klub, tetapi perlu dukungan penuh dari Pemerintah Kota Samarinda maupun Pemerintah Provinsi Kaltim.
Ia menilai kolaborasi dengan Kementerian PUPR hingga Dinas PUPR daerah menjadi kunci percepatan perbaikan sarana.
“Yang namanya stadion pasti ada kelebihan dan kekurangan. Tapi kalau semua pihak bergandengan tangan, saya yakin target bisa tercapai. Apalagi saya dengar sudah ada pembicaraan dengan PUPR pusat, provinsi, dan kota. Tinggal percepatan serah terimanya saja,” tambahnya.
Menurutnya, setelah proses administrasi penyerahan aset selesai, Borneo FC bersama Pemkot Samarinda akan melakukan pembahasan lanjutan terkait sistem pengelolaan hingga skema pembiayaan.
“Inilah yang kami tawarkan, dan nanti bisa diusulkan sesuai mekanisme. Intinya, kami ingin Samarinda siap, karena ini bukan hanya soal klub, tetapi juga harga diri daerah,” pungkasnya.
Editor: Erwin