Hasil imbang 1-1 Persija menghadapi Bali United di Stadion JIS membantu anak-anak dari Kota Samarinda menduduki posisi teratas klasemen karena tiga jam sebelumnya saat bermain sore hari kemarin Borneo FC mempecundangi tuan rumah PSIM Yogjakarta 1-3 di Stadion Sultan Agung Bantul.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes pun mengungkapkan kunci kemenangan anak asuhnya saat dijamu Laskar Mataram. Diketahui pada laga itu tiga gol Borneo FC dicetak Muhammad Sihran Amarullah menit ke-28, Juan Villa (51'), dan Maicon Souza (86'). Sementara PSIM cuma mampu membalas via Anton Fase di menit ke-87.
"Kuncinya adalah pemain bisa lakukan apa yang sudah kami minta dan mereka bawa ke lapangan, mengakhirinya dengan luar biasa," ujar Lefundes melansir dari laman resmi klub Senin (15/9/2025) hari ini.
"Mereka bisa lakukan itu karena saya tahu Borneo FC adalah skuat yang sangat bagus, para pemain luar biasa dan mereka bisa tunjukkan di lapangan. Kami sangat bahagia karena bisa bawa tiga poin ke Samarinda," tegasnya.
“Istri saya bilang kamu tidak pernah puas, kamu puas cuma sebentar saja. Jadi kami puas tapi cuma sebentar dari sekarang, kedepannya kami harus mulai piker untuk pertandingna berikutnya,” papar Lafundes.
Fabio Lefundes juga berbicara mengenai persiapan panjang timnya jelang pekan kelima ini karena terakhir bertanding melawan Persijap Jepara pada 24 Agustus 2025.
Sebetulnya, mereka dijadwalkan jumpa Persib Bandung (31/8/2025). Namun laga pekan keempat itu ditunda akibat situasi Indonesia yang kurang kondusif. Sesudah itu, Super League diliburkan selama 11 hari karena agenda FIFA Matchday.
"Kami tidak bisa kontrol yang terjadi, itu sudah diluar kemauan kami, kami harus terima dan tetap kerja hari per hari. Itu berpengaruh karena pemain sudah rindu suasana pertandingan," ucap Lafundes.
"Dalam 20 hari tanpa pertandingan banyak kesempatan untuk evaluasi tim. Tapi agak lama, akhirnya kami bisa kerja lagi dan menunggu schedule," imbuh Lefundes.
Pada laga sore kemarin, gelandang serang Borneo FC Juan Villa terpilih sebagai Man of The Match atau pemain terbaik.
"Bagi saya tidak terlalu penting dapat atau jadi Man of The Match. Itu hasil dari kerja keras semua tim karena ada beberapa teman yang banyak bantu saya untuk jadi pemain terbaik di pertandingan ini," papar Villa.
"Sebenarnya ini adalah olahraga yang kolektif, jadi bagi saya selalu mau menang. Perjalanan kami dari Samarinda ke sini sangat jauh dan saya sangat senang bisa bawa tiga poin," ungkapnya.
Skuat Borneo FC pun langsung pulang dari Yogjakarta kembali ke Samarinda untuk persiapan menghadapi Persis Solo di Stadion Segiri Senin (22/9/2025) malam pekan depan.
Sementara pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel mengakui kekalahannya perdana timnya karena Borneo FC memiliki komposisi tim yang bagus dan pantas untuk menang.
"Bagi saya Borneo FC ini pantas mendapatkan ini karena mereka di peringkat atas. Permainannya juga berkualitas," tegas Van Gastel.
Kekalahan perdana ini juga menjadi sorotan pelatih asal Belanda itu. Meski harus menelan pil pahit, Van Gastel mengaku akan berbenah sebab ini baru awal musim.
"Kekalahan merupakan bagian dari permainan. Tapi saya pribadi tidak suka kalah. Tapi itu yang terjadi pada kami dan itu berat," ucapnya.
Meski begitu, Van Gastel menyebut banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kekalahan ini. Terutama soal pengambilan keputusan.
"Kami harus memperbaiki dalam pengambilan keputusan dan eksekusi. Karena tiga gol itu terjadi karena eksekusi pemain yang tidak bagus," ungkapnya.
Editor: Aspian Nur