“Para pemain saat ini lebih bugar karena mereka sudah terbiasa berlatih intens di klub. Kami mengasah kebugaran dan pemahaman taktik, tinggal bagaimana mereka menampilkan performa terbaik untuk pertandingan melawan Laos. Sekarang kami fokus dan kemenangan adalah prioritas utama,” ujar Vanenburg dalam jumpa pers bersama media sebelum laga.
Terkait Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang disebut-sebut membawa magis bagi Timnas Indonesia karena pernah dua kali juara U-16 dan U-19, Vanenburg menegaskan berharap anak asuhnya tidak terlalu terpengaruh. “Saya juga pernah menjadi seorang pemain dan tidak peduli bermain di stadion manapun, yang terpenting adalah fokus menghadapi Laos. Kami harus memenangkan semua pertandingan,” ucap pria asal Belanda itu.
Vanenburg menyinggung kehadiran sejumlah pemain naturalisasi seperti Dion Markx dan Jens Raven. Menurutnya, status yang disandang masing-masing pemain tersebut tidaklah penting karena harus menunjukkan kontribusi yang nyata, melalui perannya masing-masing di atas lapangan hijau.
“Tentu saya senang pemain naturalisasi datang, tetapi mereka harus menunjukkan mereka lebih baik daripada pemain Indonesia," sebutnya
Dukungan penuh dari masyarakat sangat diharapkan Indonesia U-23 pasca kegagalan juara AFF U-23 bulan lalu.
“Tidak ada gunanya menoleh ke belakang, kecuali untuk belajar. Kami sudah punya modal penguasaan bola yang baik saat melawan Vietnam kemarin. Saat ini, kita mulai dari bawah dan untuk level up, harus naik langkah demi langkah. Jadi, itu yang harus bisa dilakukan bersama.” tutupnya.
Terpisah, pelatih Laos Ha Hyeok-jun menyebut skuadnya berisikan para pemain muda yang masih minim pengalaman. "Pemain kami usianya 19,4 tahun. Mereka masih cukup muda," ucap Ha Hyeok-jun.
Di atas kertas, Indonesia dan Korea Selatan diprediksi akan bersaing ketat di Grup J. Namun, melihat komposisi pemain yang ada, Laos bisa membuat kejutan dan jadi kuda hitam dalam persaingan di Grup J.
Ha Hyeok-jun sendiri berharap kombinasi semangat muda dan pengalaman para pemainnya bisa menjadi modal berharga di Grup J.
"Meskipun kami menghadapi tim yang kuat, mulai dari pelatih kepala hingga pemain muda, kami telah bekerja sangat keras dalam beberapa minggu terakhir untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen ini," kata Ha Hyeok-jun.
Editor: Aspian Nur