Dua kemenangan tersebut membuat Indonesia meraih 6 poin dan berhak lolos ke babak semifinal.
Sementara Australia U-16 finish sebagai juara grup C dengan torehan 6 poin usai menang atas Thailand (2-1) dan Singapura (0-3). Meski kalah dalam produktivitas gol, Australia tetap akan menjadi lawan bagi tuan rumah.
Anak asuh Timo Scheunemann wajib mewaspadai kebangkitan Australia yang menjadi favorit juara di turnamen ini. Timo sendiri sudah memantau perkembangan tim lawan dan berharap adanya keberuntungan di pertandingan kontra Australia.
"Kami sudah pantau Australia dan siap gas pol, wajib melakukan semua sistem permainan dan tentu mengandalkan sedikit keberuntungan," jelas Timo melansir dari laman pssi.org.
Timo menyoroti permainan anak asuhnya saat menghadapi Malaysia U-16 yang tidak akan cukup membuat mereka mengalahkan Australia. "Australia merupakan tim kuat, kami tidak bisa bermain satu lawan satu, seperti saat melawan Malaysia. Saya yakin mereka bisa berjuang dengan penuh tenaga," tegasnya.
Sementara pelatih Australia U-16 putri Michael Cooper akan meminta anak asuhnya untuk tak memandang sebelah mata calon lawan mereka pada laga nanti.
Michael Cooper menyadari duel nanti bakal jadi tantangan tersendiri. “Kami berharap atmosfer pertandingannya bakal menarik. Saya yakin akan begitu. Tentu ini bakal jadi hal menarik untuk bermain dihadapan ribuan fans yang datang ke stadion,” kata Cooper.
“Ini juga bakal menjadi pertandingan yang menantang. Tetapi kami hanya ingin membangun performa saat ini dan kemudian mengevaluasi beberapa hal, setelah itu bersiap menghadapi laga terakhir (partai final),” ucapnya lagi.
Juru taktik berusia 43 tahun tersebut tak ingin menganggap anak asuhnya sebagai tim yang diunggulkan di atas kertas. Sebagai pemain muda, anak asuhnya sampai saat ini masih terus berkembang.
“Kami tidak menganggap diri kami sebagai favorit juara pada kejuaraan ini. Mereka juga baru berusia 16 tahun, jadi kami hanya akan bermain sepak bola dan mencoba membangun performa terbaik,” jelas Cooper.
Semua tim yang berlaga di semi final ini menurutnya memiliki kualitas yang sama baiknya. Dia juga telah memantau kekuatan Thailand dan Vietnam, calon lawannya jika lolos ke final Piala AFF Putri U-16 2025.
“Ya, permainan kami jelas membaik seiring berjalannya waktu. Saya pikir ini hanya masalah kesabaran. Turnamen ini ada empat tim yang telah sukses melaju ke semifinal dan semua memiliki kemampuan yang sama,” tuturnya.
Editor: Aspian Nur