Dua gol tuan rumah dicetak Joel Vinicius menit 24 dan 76, satu gol lagi dicetak via penalty Mariano Peralta menit 45+5. Satu gol tim tamu dicetak dari free kick Dicky Kurniawan menit 73.
Mengantongi 9 poin dari tiga kemenangan yang sudah didapatkan, anak-anak dari Kota Tepian ber-margin dua poin dua dari posisi kedua yang ditempati Persija Jakarta dan urutan ketiga Arema FC yang masing-masing mengemas 7 angka.
Namun ujian berat bakal dihadapi Pesut Etam pada pekan keempat Minggu (31/8/2025) malam nanti pada laga penutup di bulan Agustus ini karena harus menghadapi tuan rumah Persib Bandung, juara bertahan kompetisi musim lalu yang masih berada diposisi 7 klasemen dengan 4 poin dan baru satu satu kali menang dengan satu imbang dan satu kali kalah.
Tambahan satu angka atau bahkan meraih kemenangan dimarkas lawan bisa membuat Borneo FC semakin kokoh di urutan pertama dari 18 klub yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air ini.
Terlepas dari itu, pelatih Borneo FC Fabio Araujo Lafundes mengaku puas dengan kemenangan atas Laskar Kalinyamat.
"Saya baru akan puas setelah kami juara kompetisi ini. Saya dan tim pelatih tidak boleh puas hanya karena menang karena kompetisi masih panjang," kata Fabio usai pertandingan petang kemarin.
Namun mantan pelatih Madura United dan Persita Tangerang berpaspor Brasil itu mengaku bisa sedikit tenang melihat anak asuhnya kini berada di papan atas. "Saya bisa tidur lebih dingin karena kami ada di papan atas sekarang," tegasnya.
Diakuinya sebelum laga ada beberapa pemain yang kondisinya kurang meyakinkan namun nyatanya tetap memperlihatkan performa bagus
Khusus untuk Joel Vinicius yang mencetak brace dilaga ini, striker asal Brasil itu menurut Lafundes layak mendapatkan kesempatan starter setelah sebelumnya hanya bermain sebagai pengganti. Joel pun membayar kepercayaan dengan torehan gol.
"Selamat untuk Joel. Saya bilang ini waktunya dan dia buktikan. Tapi soal topeng yang dipakai saat selebrasi, itu masalah buat saya sebagai pelatih. Kalau tiap cetak gol dia pakai itu, bisa kena kartu," ujar Fabio sambil bercanda.
Meski Joel mencetak dua gol Fabio menilai Peralta layak disebut sebagai pemain terbaik. "Memang Joel bikin dua gol, tapi man of the match Peralta. Mungkin dia harus bikin tiga gol baru bisa dapat (penghargaan)," candanya lagi.
Sementara Joel Vinicius merasa bahagia setelah diberi kesempatan tampil sejak menit awal dan langsung menyumbang gol ke gawang Persijap Jepara.
"Saya sangat senang, karena jarang main starter. Walaupun performa tim kurang maksimal, tapi kami dapat hasil bagus," ucap Joel.
Joel juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih Fabio Lefundes yang mempercayainya turun sejak awal. "Saya berterima kasih kepada coach atas kesempatan ini. Saya akan terus kerja keras dan kasih yang terbaik," tegasnya.
Terkait sempat diminati Persib Bandung, Joel memilih fokus membela Pesut Etam. "Persib klub bagus, tapi saya ada disini. Dimana pun saya main, saya akan tunjukkan performa terbaik," tegas Joel.
Soal topeng yang sempat dipakai saat selebrasi, Joel mengungkapkan itu bentuk janji kepada sang adik. "Adik saya ulang tahun dan saya janji cetak gol untuk dia. Tapi mungkin topeng itu akan saya simpan dulu. Saya lebih kecewa kalau tidak bisa cetak banyak gol," paparnya.
Sementara pelatih Persijap Mario Lemos menilai anak asuhnya masih minim pengalaman dan kerap kehilangan fokus di momen penting pertandingan padahal mereka datang dengan rasa percaya diri tinggi usai kemenangan penting dari Persib Bandung 2-1 di Jepara pekan lalu.
“Saya merasa kami banyak peluang tapi mereka kurang pengalaman menghadapi situasi di luar teknikal di lapangan. Mereka terlalu fokus protes ke wasit dan lebih memikirkan menyerang daripada bertahan yang membuat kami kebobolan tiga kali,” papar Lemos.
Pelatih asal Portugal itu mengakui atmosfer pertandingan di Indonesia mengingatkannya pada negaranya, dengan dukungan suporter yang begitu besar. Namun ia menegaskan, faktor utama kekalahan Persijap kali ini bukanlah atmosfer stadion, melainkan kurangnya organisasi permainan terutama di lini pertahanan.
“Selain masalah pengalaman dan kualitas bermain, kami juga lemah dalam organisasi bertahan. Pemain tidak disiplin di posisinya ketika mendapat serangan. Itu yang membuat lawan mudah mencetak gol,” sebut Lemos lagi.
Lemos memberi apresiasi kepada Borneo FC dan pelatih Fabio Lefundes yang menurutnya berhasil menyiapkan tim dengan baik. “Saya akui Coach Fabio punya kerja yang bagus. Buktinya di babak pertama mereka sudah bisa mencetak dua gol padahal 26 menit awal kami bisa menguasai permainan, tapi setelahnya tim mulai goyah dan emosional,” kata Lemos.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi timnya yang baru menjalani musim perdana di Super League. Lemos menekankan kepada pemain agar tidak larut dalam kekecewaan, melainkan segera berbenah untuk laga berikutnya menghadapi Arema FC di kandang sendiri.
Persijap dengan kekalahan ini untuk sementara ada diposisi ke-8 klasemen dengan sekali menang, sekali seri dan sekali kalah.
Editor: Aspian Nur