Tiga gol skuat Pesut Etam masing-masing dicetak melalui dua torehan Joel Vinicius dan satu eksekusi penalti dari Mariano Peralta.
Sementara itu, satu-satunya gol balasan Persijap hadir melalui sepakan pemain pengganti, Dicky Kurniawan.
Dengan tambahan tiga poin ini, Borneo FC mantap bertengger di puncak klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin sempurna dari tiga pertandingan. Sedangkan Persijap harus puas turun ke posisi ketiga dengan empat poin.
Sejak awal laga, Borneo FC tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan penuh suporter membuat tuan rumah bermain lebih percaya diri, sementara Persijap lebih banyak menunggu di area pertahanan.
Tekanan Borneo akhirnya berbuah hasil pada menit ke-23. Umpan chip matang dari Kei Hirose berhasil diteruskan Joel Vinicius yang lolos dari jebakan offside.
Striker asal Brasil itu kemudian melepas tembakan mendatar dari sudut sempit yang tak mampu dibendung kiper Persijap. Skor 1-0 untuk Pesut Etam.
Gol tersebut menjadi pemantik semangat bagi tim tamu. Persijap mencoba meningkatkan intensitas permainan melalui beberapa serangan balik cepat, meski belum mampu membahayakan gawang Borneo.
Menjelang turun minum, insiden handsball di kotak penalti yang dilakukan bek Persijap, Diogo Brito membuat wasit menunjuk titik putih usai mendapat konfirmasi dari VAR.
Mariano Peralta yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tenang. Borneo FC pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Memasuki paruh kedua, Persijap melakukan rotasi pemain. Masuknya Adzikry Fadilillah, Dicky Kurniawan, dan Sudi Abdallah memberi energi baru bagi lini serang tim tamu.
Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk mengejar ketertinggalan. Usaha Persijap akhirnya membuahkan hasil di menit ke-73. Dicky Kurniawan yang baru masuk ke lapangan sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang Borneo dengan mencetak gol, sehingga skor berubah menjadi 2-1.
Namun keunggulan tipis itu tidak bertahan lama. Hanya berselang tiga menit, Joel Vinicius kembali menunjukkan ketajamannya.
Lewat pergerakan cerdik, ia berhasil mencetak gol keduanya untuk membawa Borneo menjauh dengan skor 3-1.
Di sisa waktu pertandingan, kedua tim saling melancarkan serangan. Meski beberapa peluang tercipta, tak ada lagi gol tambahan yang lahir hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan ini tidak hanya menjaga rekor sempurna Borneo FC di awal musim, tetapi juga mengukuhkan mereka sebagai pemuncak klasemen sementara.
Anak asuh Pieter Huistra kini menjadi salah satu kandidat serius dalam perebutan gelar musim ini. Sementara bagi Persijap, kekalahan ini menjadi pelajaran penting agar lebih konsisten, terutama saat menghadapi tim-tim besar di laga tandang.
Editor: Erwin