Setelah di tahun 2023 kalah via adu penalty dari The Golden Stars pada partai final di Thailand, tahun ini Roby Darwis dkk kembali kalah dengan skor 0-1 yang memastikan Vietnam meraih brace, dua kali juara beruntun sekaligus yang ketiga kalinya selama turnamen ini digelar.
Permainan lambat dan selalu back pass ke lini pertahanan sendiri ditambah ketatnya pressure sang lawan membuat tim Merah Putih tak mampu berbuat banyak. Peluang mencetak gol pun terbuang berkat ketangguhan kiper Trung Kien Tran. Gol tunggal kemenangan Vietnam dicetak oleh Nguyen Cong Phuong di menit ke-37 memanfaatkan bola rebound untuk menjebol gawang Indonesia yang dikawal Muhammad Ardiansyah. Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia U-23 kembali menjadi runner-up Piala AFF U-23 dalam dua edisi terakhir.
Pelatih Indonesia U-23 Gerald Vanenburg menilai para pemainnya sudah bermain sangat baik namun kalah karena Vietnam berhasil memaksimalkan peluang dari sebuah situasi kemelut. "Saya pikir ini pertandingan yang sulit, tetapi saya rasa kami punya peluang," kata Gerald Vanenburg usai laga.
"Kami kalah lewat bola mati, dan sejujurnya, saya pikir para pemain bermain bagus dan mereka memberikan segalanya. Kami bisa bangga dengan tim ini," tutur pelatih asal Belanda tersebut.
Vanenburg menjadikan kegagalan ini sebagai evaluasi sebelum mereka berjuang di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada 3-9 September 2025 mendatang dimana Indonesia tergabung di Grup J bersama Korea Selatan (Korsel), Laos, dan Macau. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya dan saya pikir kami harus meningkatkan level. Dan diturnamen berikutnya, kami harus berada di sana (lolos ke Piala Asia U-23 2026)," tegas pelatih asal Belanda tersebut.
Sementara sukses Vietnam membuat mereka meraih gelar ketiga Setelah meraih trofi yang sama pada edisi 2022 dan 2023 dan 2025.
Capaian ini menjadikan Vietnam sebagai negara pertama dalam sejarah yang berhasil mencetak hattrick juara di turnamen ini.
Pelatih Kim Sang-sik pun menorehkan tonggak sejarah dari turnamen ini sebagai pelatih pertama dalam sejarah yang memenangkan Piala AFF dan ASEAN Cup U23 2025.
Keduanya merupakan turnamen sepak bola putra paling bergengsi, diluar SEA Games, dalam sistem turnamen Asia Tenggara.
Sebelumnya, dua pelatih yang menjuarai Piala AFF bersama tim Vietnam, Calisto dan Park Hang-seo, belum pernah menjuarai turnamen U23 Asia Tenggara.
Sementara itu, dua pelatih yang pernah menjuarai turnamen U-23 Asia Tenggara sebelumnya, Dinh The Nam dan Hoang Anh Tuan, belum beruntung di level tim nasional senior.
Memenangkan kedua kejuaraan Asia Tenggara dalam kurun waktu 7 bulan merupakan penegasan atas bakat pelatih Kim Sang-sik sekaligus posisi sepak bola Vietnam di kawasan tersebut.
"Saya senang bisa menang atas Indonesia, ini trofi ketiga berturut-turut," ujar Kim. "Para pemain tidak pernah menyerah selama pertandingan, mereka berjuang 90 menit, jadi selamat dan saya bangga dengan pemain," lanjutnya.
Kim juga menyoroti atmosfer pertandingan yang begitu panas akibat tekanan dari pendukung tuan rumah namun bersyukur skuadnya bisa tetap fokus dan tidak goyah mental. "Banyak fans Indonesia di stadion, tetapi para pemain tidak pernah menyerah, mereka berusaha dengan berani, jadi saya berterima kasih kepada pemain Vietnam," ucap Kim lagi.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada fans suporter yang sudah mendukung," tutupnya.
Editor: Aspian Nur