Indonesia sejatinya mutlak menguasai permainan saat menghadapi Harimau Malaya Muda, namun pertahanan solid yang dibangun Malaysia membuat Indonesia sulit mencetak gol. Mengemas 7 poin, Tim Merah Putih akan kembali berlaga di fase 4 Besar pada Jumat (25/7/2025) malam di SUGBK.
Di klasemen akhir grup ini Filipina menempati posisi kedua dengan 6 poin setelah di malam tadi mengalahkan Brunei Darusaalam 2-0, sementara Malaysia urutan ketiga dengan tiga angka dan Brunei diposisi terbawah tanpa poin.
Kegagalan menang atas Malaysia membuat Indonesia tak mampu memutus rentetan hasil buruk selama 16 tahun atau sejak tahun 2009 setiap kali menghadpai tim dari Negeri Jiran dimana Indonesia belum pernah menang dan hanya mampu bermain imbang.
Usai pertandingan pelatih Indonesia U-23 Gerald Vanenburg menyinggung absennya Arkhan Fikri karena cedera jadi satu faktor kegagalan Indonesia menang lawan Malaysia.
"Pertandingannya sulit, Malaysia bermain rapat dan defensive sementara kami juga bermain tanpa Arkhan Fikri, padahal dia mampu bermain leluasa di antarlini," jelas Vanenburg.
Tanpa Arkhan Fikri, Toni Firmansyah yang dimainkan sebagai pengganti tidak bisa berbuat banyak. Pemain lain juga terburu-buru dalam memaksimalkan peluang.
"Tapi kami beruntung hari ini dapat satu poin. Hasil ini layak dipuji untuk lini pertahanan yang tampil luar biasa. Tim juga bermain dan memberikan yang terbaik," ucap Vanenburg.
Sementara pelatih Malaysia U-23 Muhammad Nafuzi menyayangkan timnya tersingkir karena tak mampu menang.
Malaysia U-23 menempati peringkat ketiga Grup A dengan empat poin dari tiga pertandingan. Kekalahan dari Filipina 0-2 di laga perdana jadi kunci kegagalan mereka lolos karena Filipina lolos sebagai runner up terbaik turnamen ini mendampingi Indonesia U-23 ke semi final.
"Zemua pemain saya sudah memberikan semangat juang yang tinggi, apalagi kami bertemu dengan Indonesia, tim tuan rumah, dengan kehadiran pendukung yang begitu ramai," ujar Nafuzi.
"Tetapi mereka bisa mengantisipasi tekanan, menjaga emosi, dan bermain dengan penuh keyakinan. Saya lihat dari awal kita menekan peluang Indonesia mencetak gol," imbuhnya.
Nafuzi sadar timnya akan ditekan Indonesia. Oleh karena itu ia meminta pemainnya bermain sabar dan rapat untuk merusak permainan Garuda Muda yang cepat dan eksplosif.
"Di awal memang kamu agak sedikit mengubah sistem permainan. Kami coba bertahan, tapi setelahnya kami melakukan pressure dan berhasil membuat peluang. Saya kecewa karena tidak lolos ke semifinal, tetapi pemain sudah membuktikan adanya peningkatan prestasi dari laga ke laga," tegasnya.
Editor: Aspian Nur