Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kesiapan stadion, termasuk pemenuhan standar yang telah ditetapkan dalam regulasi liga.
Sekretaris Borneo FC, Reza Katamsi, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima hasil resmi dari kunjungan itu. Keputusan akhir baru akan keluar setelah seluruh stadion calon tuan rumah pertandingan selesai diverifikasi.
Meskipun demikian, Reza mengakui bahwa tim peninjau menyoroti sejumlah aspek penting selama kunjungan, terutama yang berkaitan dengan fungsi ruangan, kebersihan, dan kualitas pencahayaan stadion.
Menurutnya, seluruh fungsi ruangan sebenarnya sudah tersedia dan sesuai kebutuhan. Namun, kondisi kebersihan stadion masih menjadi catatan serius.
“Saat tim masuk ke beberapa ruangan, mereka menilai kondisi ruangan kotor dan lembap. Bahkan ada beberapa titik atap yang bocor dan terlihat berjamur,” ujar Reza saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (17/7/2025).
Lanjutnya, kondisi tersebut kemungkinan besar terjadi karena tidak adanya aktivitas selama masa libur kompetisi usai Liga 1 2024/2025 berakhir, sehingga petugas kebersihan pun tidak aktif bertugas.
Satu poin penting lain yang dinilai belum memenuhi standar adalah sistem pencahayaan. Berdasarkan regulasi, stadion diwajibkan memiliki pencahayaan minimal 1.600 luxs.
Namun, hasil pengukuran menunjukkan bahwa pencahayaan Stadion Segiri baru mencapai 939 luxs, jauh di bawah standar.
“Masih sangat kurang. Hasil pengukuran kemarin menunjukkan angka 939 luxs, padahal syaratnya 1.600 luxs,” tambahnya.
Mengenai kemungkinan Stadion Segiri tetap bisa digunakan untuk menggelar pertandingan musim depan, Reza enggan berspekulasi.
Ia menyatakan bahwa keputusan ada di tangan operator liga. Namun, bila diperlukan, opsi pertandingan sore hari bisa saja dipertimbangkan.
“Kami menunggu keputusan resmi dari I League. Kalau memang tak bisa digunakan malam hari karena lampu, ya bisa saja main sore,” jelasnya.
Reza berharap Pemerintah Kota Samarinda selaku pengelola Stadion Segiri dapat segera menindaklanjuti hasil inspeksi, terutama untuk aspek kebersihan dan penerangan.
“Kami mendorong pemkot untuk segera merespons temuan ini, agar stadion bisa benar-benar siap menggelar pertandingan,” pungkasnya.
Editor: Erwin