Menurutnya, semangat dan kerja keras para pemain, terutama yang muda, memberikan energi positif dalam persiapan menyongsong kompetisi.
“Kami sangat senang karena tim berlatih dengan keras. Kehadiran banyak pemain muda mendorong yang lebih senior untuk tetap menjaga performa mereka,” ujar Fabio.
Memasuki pekan kedua latihan, staf pelatih juga telah mulai menyesuaikan intensitas agar tidak terjadi overtraining.
“Kami sedang mengukur porsi latihan agar saat kompetisi dimulai, kondisi tim benar-benar berada di level terbaik,” lanjutnya.
Fabio mengakui bahwa kondisi fisik tim belum sepenuhnya ideal, mengingat para pemain baru saja kembali dari masa libur. Namun, ia optimistis bahwa performa tim akan meningkat seiring berjalannya waktu.
Menanggapi kritik bahwa skuat musim ini terlalu banyak dihuni pemain muda, Fabio menjelaskan bahwa hal tersebut tak sepenuhnya benar.
Ia menyayangkan komentar dari pihak luar yang tidak mengikuti langsung proses latihan tim.
“Banyak yang bicara soal dominasi pemain muda, tapi mereka tidak menyaksikan langsung bagaimana proses latihan kami berjalan. Kita belum tahu siapa yang akan benar-benar bersaing di kompetisi nanti, tapi kami sudah siapkan pemain-pemain terbaik,” tegasnya.
Fabio juga membandingkan pengalamannya saat menangani Madura United, yang disebut-sebut sebagai tim berisikan pemain senior.
Di Borneo FC kali ini, justru ia melihat keseimbangan antara pemain muda dan berpengalaman sebagai kombinasi yang ideal.
“Pemain muda kami seperti Fajar, Komang, dan Rivaldo, meskipun usia mereka masih muda, tapi jam terbang mereka di Timnas sudah tinggi. Saya tidak terlalu khawatir soal usia, yang penting adalah sikap di lapangan. Semua harus agresif dan bekerja sama,” tutupnya.
Editor: Erwin