Kalimat yang mengandung rasa sedih itu disampaikan Tepu, sapaan akrab Terens Puhiri, setelah dipastikan tak lagi bersama Borneo FC untuk musim kompetisi 2025/2026 mendatang.
Ya, Tepu resmi dilepas manajemen Pesut Etam yang sudah di disampaikan melalui akun media sosial resmi mereka Rabu (9/7/2025) kemarin dimana Tepu dilepas dalam skema transfer ke klub Championship atau Liga 2, PSS Sleman.
“Sebuah kebersamaan yang tidak singkat. Terima kasih atas dedikasinya selama ini. Sukses di tempat barumu, Kaks Tepu,” tulis Borneo FC.
Manajer tim Borneo FC Farid Abu Bakar menjelaskan kalau keputusan melepas Tepu yang sudah bersama tim selama 10 tahun atau satu dekade itu dilakukan melalui pertimbangan matang, baik dari pihak manajemen maupun tim pelatih.
“Sebenarnya PSS Sleman sudah menunjukkan minat sejak paruh musim lalu, namun saat itu tim kami masih membutuhkan kontribusi Terens,” jelas Farid kepada Korankaltim.com Kamis (10/7/2025) pagi ini.
“Dengan hadirnya beberapa pemain baru termasuk legiun asing serta kondisi skuad yang cukup solid, kami rasa waktunya tepat untuk melepas dia,” imbuhnya.
Kepindahan ini bisa menjadi peluang bagus bagi Terens untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak di Sleman, terlebih pelatih skuat Elang Jawa itu adalah Pieter Huistra yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Terens dan sudah memahami gaya permainannya.
“Saya tumbuh dan berkembang sebagai pemain profesional berkat Borneo FC. Lebih dari 10 tahun saya jalani perjalanan ini penuh suka dan duka, canda tawa, jatuh dan bangkit bersama. Klub ini bukan sekadar tempat bermain, tapi rumah yang telah membentuk saya menjadi seperti sekarang,” tulis Tepu lagi di Instagram-nya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas cinta, dukungan, dan kebersamaan selama ini. Terima kasih khusus saya sampaikan kepada Presiden Klub Nabil Husein, atas kepercayaan menjadi bagian dari keluarga besar ini. Saya juga sangat berterima kasih kepada seluruh manajemen, teman-teman pemain, staf pelatih, kitman, dan semua jajaran Borneo FC. Doa saya menyertai kalian semua, semoga selalu diberi kesehatan, kekuatan dan kesuksesan,” katanya.
Tak lupa, terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada para fans dan suporter tercinta: Pusamania94, MSA, Pesut Tongkol, serta seluruh masyarakat Samarinda yang selalu setia mendukung Borneo FC di setiap langkah. Tetap ramaikan Stadion Segiri, terus beri semangat untuk tim kebanggaan Samarinda. Semoga Borneo FC semakin sukses, jaya,” ujar Tepu.
“Jika selama saya berada di klub ini ada kata-kata atau sikap yang kurang berkenan, saya mohon maaf dari hati yang tulus. Hari ini, saya mohon izin pamit.
Terima kasih atas segalanya,” tutup Tepu dalam tulisannya.
Presiden Borneo FC Nabil Husien Said Amin pun membalas apa yang disampaikan Tepu. “Terima kasih banyak atas semua kontribusi untuk Borneo FC. Semoga sehat dan sukses dalam perjalanan selanjutnya, amin yrabb,” tulis Nabil.
Terens Puhiri, pemain kelahiran Jayapura yang berusia 28 tahun, sempat menghebohkan persepakbolaan dunia saat Borneo FC menghadapi Mitra Kukar di Liga 1 tahun 2017 silam. Kala itu Tepu mencetak gol dari skema serangan balik dan kecepatan lari Tepu-lah yang membuatnya direkrut klub Port FC Thailand selama satu musim pada tahun 2018 sebelum kembali bergabung dengan tim dari Kota Tepian.
Pemain berposisi sayap kanan dan sayap kiri ini mengawali karir di SSB Numbay Star Papua tahun 2007 hingga 2012, kemudian bergabung dengan Deportivo Indonesia satu tahun pada 2012-2013 sampai akhirnya masuk skuat Persisam Putra Samarinda U-21 di tahun 2013 dan masuk tim senior sejak 2014 hingga klub itu berganti nama jadi Borneo FC saat ini.
Dikabarkan nilai transfer Tepu mencapai Rp4,35 Miliar untuk satu musim.
Editor: Aspian Nur