Kehadiran pemain berusia 35 tahun yang berpengalaman itu diharapkan membawa kontribusi besar dalam perjalanan tim menghadapi Liga 1 serta kompetisi Asia. Diketahui musim 2024/2025, Dewa United menempati posisi kedua klasemen akhir dibawah Persib Bandung yang jadi juara.
Fano, sapaan akrab Stefano Lilipalu, merasa gembira bisa gabung Banteng Warriors karena dianggapnya memiliki landasan profesional dan fasilitas yang mendukung perkembangan setiap pemain.
“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Dewa United. Menurut saya, Dewa adalah klub yang sangat profesional dan memiliki fasilitas lengkap. Terutama kualitas pemain yang mereka miliki sangat bagus,” kata Lilipaly dikutip dari laman resmi Dewa United Senin (7/7/2025) hari ini.
Pemain bernomor punggung lima di Dewa ini juga menilai suasana tim dan fasilitas sebagai yang terbaik, memberi ruang bagi pemain untuk berkembang optimal.
“Fasilitasnya sangat bagus dan lengkap. Kamu bisa lihat sendiri bagaimana di sini berjalan dengan sangat profesional. Menurut saya, semua ada di klub ini. Itu sangat bagus bagi pemain, dan itu luar biasa,” papar pemain timnas senior Indonesia ini.
“Saya datang ke sini dengan harapan bisa berkontribusi untuk tim menjadi juara. Itu adalah target yang diberikan klub. Bagi saya, target itu sangat bagus dan saya ingin menjadi juara bersama tim ini. Semoga tahun ini bisa meraih trofi juara.” harapnya.
Lebih jauh, Lilipaly juga menyadari tantangan besar yang menanti di pentas Asia, termasuk perbedaan gaya bermain dan atmosfer pertandingan.
Dewa United klub yang dilatih Jan Olde Riekerink selain berlaga di kompetisi domestic juga akan bermain di pentas Asia, AFC Challenge League yang bergulir 12 Agustus bulan depan hingga 9 Mei 2026.
“Bermain di Asia tentu akan ada banyak perbedaan. Akan ada banyak perjalanan juga dan kadang ada tim yang lebih kuat dari tim Indonesia. Kami harus memperhatikan jika melawan klub Thailand atau Vietnam. Menurut saya, mereka punya kualitas. Suasananya berbeda di negara lain, dan itu yang membuat kompetisi Asia terasa berbeda,” pungkas Fano.
Editor: Aspian Nur