Menurutnya, olahraga ini bisa menjadi alternatif kegiatan positif yang mampu mengalihkan anak-anak dari ketergantungan terhadap gadget, terutama telepon genggam.
“Sepak bola itu olahraga rakyat yang sangat digemari. Bisa dibilang, sepak bola adalah pusatnya olahraga, selain atletik,” ujar Rasman kepada Korankaltim.com, Senin (23/6/2025).
Antusiasme tinggi terlihat dalam Piala Soeratin yang berlangsung pada pekan lalu di Stadion Kadrie Oening yang diikuti banyak klub dari berbagai sekolah.
Menurutnya, kejuaraan usia dini seperti Piala Soeratin tidak hanya menyatukan masyarakat, tetapi juga menjadi cara efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan gawai secara berlebihan.
“Kalau anak-anak terlibat dalam turnamen seperti ini, mereka akan lebih fokus berlatih dan bertanding. Pikiran mereka tidak lagi tertuju pada HP, tapi pada bagaimana tampil maksimal di lapangan,” tambahnya.
Pertumbuhan jumlah SSB di wilayah Kaltim turut diapresiasi Rasman, sebagai cerminan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pembinaan usia muda dalam dunia olahraga.
Ia berharap kompetisi seperti ini bisa menjadi pemicu lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus membentuk karakter disiplin dan tangguh pada anak-anak sejak dini.
“Semoga turnamen ini tak hanya meningkatkan kualitas olahraga kita, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” pungkasnya.
Editor: Erwin