Kewaspadaan tinggi diusung Persik terutama pada penyerang sayap andalan Borneo FC Mariano Peralta karena memiliki kecepatan dan ketajaman.
“Borneo FC tim di papan atas kan, seperti Persebaya. Tetapi kami main di Brawijaya, kami harus siap mental,” kata pelatih Persik Divaldo Alves melansir dari ligaindonesiabaru.com Kamis (22/5/2025) hari ini. “Kami harus berani untuk tahan mereka. Kalau bisa cari tiga poin lebih bagus, positif,” imbuhnya.
Selain itu laga ini menjadi kesempatan terakhir Persik untuk memperbaiki peringkat. Satu kemenangan bisa mengangkat mereka satu tingkat, dengan catatan Persita Tangerang terpeleset di laga terakhir.
Seperti diketahui perjalanan tim di putaran kedua memang tak mudah. Hasil imbang dan kekalahan lebih banyak mewarnai perjalanan tim. Di sisi lain, produktivitas gol juga menurun dibandingkan musim sebelumnya. Namun, sinyal kebangkitan mulai terlihat.
Tim pelatih memang terus menekankan pentingnya latihan finishing, terutama kepada para pemain depan. Kombinasi lini serang juga terus dirotasi untuk menemukan formula paling efektif. “Itu kerja keras dari semua. Di beberapa latihan kami selalu berlatih finishing, gaya permainan menyerang, bertahan. Artinya saya kira mereka sudah nyaman dengan permainan,” sebut pelatih asal Portugal itu.
Editor: Aspian Nur