Dari daftar yang dikeluarkan TSG tersebut, nama penyerang sayap dari Borneo FC, Mariano Ezequiel Peralta Bauer alias Mariano Peralta, masuk nominasi sebagai pemain terbaik bersama delapan pemain dari klub berbeda hasil studi tersebut.
Peralta bersaing dengan Tyronne del Pino (Persib Bandung), Egy Maulana Vikri (Dewa United FC), Dalberto Luan Belo (Arema FC), Igor Rodrigues (Persita Tangerang), Victor Luiz (PSM Makassar), Gustavo Franca (Persib Bandung), Ryo Matsumura (Persija Jakarta) dan Sonny Stevens (Dewa United FC) untuk jadi pemain terbaik yang akan dipilih dan diumumkan setelah kompetisi selesai.
Selain masuk nominasi pemain terbaik, nama pemain berusia 27 tahun kelahiran Adrogue, Argentina itu juga masuk dalam nominasi pencetak gol terbaik saat membobol gawang Malut United pada pekan ke-5 bergulir di Stadion Batakan yang mengantarkan kemenangan Pesut Etam 1-0 dalam laga yang berlangsung di bulan September 2024 lalu itu.
Saat itu Peralta mencetak gol dari sudut sempit, sangat mirip dengan gol Marco van Basten ke gawang Uni Soviet pada pentas Piala Eropa tahun 1988 silam
Untuk nominasi lain yaitu 11 Terbaik versi TSG, nama bek Borneo FC Christophe Nduwarugira juga masuk di dalamnya bersama Fajar Faturrahman sebagai bek kanan sedangkan diposisi gelandang tengah nama Kei Hiroshe ada di dalamnya. Nama Peralta juga masuk sebagai gelandang kiri dalam nominasi 11 Terbaik dalam formasi 4-2-3-1 ini.
Dalam nominasi ini, untuk pencetak gol terbanyak ada nama Alex Martins dari Dewa United FC dengan 23 gol dari 24 penampilan, disusul Gustavo Almeida (Persija Jakarta/ 18 gol/ 27 laga) dan Tyronne del Pino (Persib Bandung/17 gol/30 laga).
Kesebelasan yang menjadi kandidat peraih tim Fair Play versi TSG adalah PSM Makassar dengan 64 poin dari 61 kartu kuning (KK) dan 1 kartu merah (KM), Malut United FC (68 poin/56 KK/4 KM, PSIS Semarang (75 poin/ 57 KK/6 KM), Persik Kediri (77 poin/62 KK/5 KM) dan Dewa United FC (81 poin/60 KK/7 KM).
Editor: Aspian Nur