Pada laga pekan ke-33 ini, setelah babak pertama keuda tim bermain imbang tanpa gol, di babak kedua, intensitas pemainan semakin meningkat.
Persebaya lebih dahulu membuka keunggulan lewat titik putih pada menit ke-61 melalui eksekusi Bruno Moreira setelah tinjauan VAR memperlihatkan bek Borneo FC Gabriel Furtado handsball.
Namun Borneo FC sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-77. Penyerang Matheus Pato dijatuhkan oleh Ernando Ari didalam kotak penalti, membuat tuan rumah mendapatkan penalti yang dieksekusi sempurna oleh Pato sendiri. Skor 1-1 pun bertahan hingga akhir pertandingan.
Ernando sendiri kena kartu merah dari aksinya menahan Pato setelah sebelumnya menadpat kartu kuning karena memperlambat permainan. Uniknya, kartu merah ini jadi de javu bagi kiper kedua tim karena pada pertemuan pertama di Surabaya kiper Borneo FC Nadeo Argawinata yang mendapat kartu merah dan tim tamu kalah 2-1.
Hasil ini membuat Borneo FC belum beranjak dari posisi kelima dengan 53 poin sementara Persebaya mengemas 56 angka, juga belum beranjak dari posisi keempat.
Pelatih Borneo FC tetap memuji pemainnya meski gagal menuntaskan laga dengan tiga angka. “Mereka sudah berjuang sampai akhir, kami hanya kurang beruntung dipenyelesaian akhir,” ujar Gomez.
Borneo FC akan menuntaskan laga musim ini dengan menghadapi Persik Kediri di markas lawan Jumat (23/5/2025) pekan depan.
Sementara asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi yang menggantikan pelatih kepala Paul Munster karena terkena kartu merah mengatakan meski dengan 10 pemain, tim punya beberapa peluang. Menurutnya pertandingan berlangsung ketat dan tidak mudah. "Tentunya kami mengucap syukur Alhamdulillah masih mendapatkan satu poin. Karena itu sangat berharga. Saya tegaskan tidak mudah mengambil poin di Borneo meski satu poin. Anak-anak berjuang sangat keras, luar biasa, mudah-mudahan di pertandingan terakhir bisa mengambil poin maksimal," harap Uston yang timnya akan menghadapi Bali United Jumat (23/5/2025) malam di Gelora Bung Tomo Surabaya dan mereka harus memetik kemenangan untuk menjaga asa lolos ke Asia.
Editor: Aspian Nur