Yaman U-17 menang atas Afganistan dengan skor 2-0 di laga pertama mengemas tiga angka dan pastinya menginginkan kemenangan saat menghadapi Indonesia U-17 untuk segera memastikan lolos grup sebelum laga terakhir menghadapi Korea Selatan U-17, negara unggulan yang pernah dua kali menjadi juara menjadi di ajang ini.
Sementara Indonesia U-17 sudah pasti juga mengincar kemenangan kedua setelah mengalahkan Korea Selatan U-17 dengan skor 1-0 berkat gol Evandra Florasta pada tambahan waktu babak kedua di partai pembuka grup dan juga mengantongi tiga poin.
Pelatih Nova Arianto menyadari kemenangan atas Korea Selatan membuat ekspektasi masyarakat meningkat. "Saya menyadarinya, tetapi saya minta pemain tidak terbuai dengan itu semua dan saya minta pemain tidak melihat media sosial agar mereka tidak terlena, dan saya minta mereka fokus pada pertandingan melawan Yaman," kata Nova melansir dari laman pssi.org pagi ini.
Secara kualitas tim menurut mantan bek timnas Indonesia ini, Yaman U-17 cukup baik dan mereka tentu ingin segera memastikan lolos di grup sebelum bertemu Korea Selatan di pertandingan terakhir. "Saya sudah melihat permainan mereka bersama tim pelatih dan kami sangat mewaspadai Yaman," tegas Nova.
Sementara pelatih Yaman Samer Saleh mengaku buta kekuatan Indonesia karena belum pernah bertemu. "Kami belum pernah menghadapi Indonesia sebelumnya, tetapi kami sudah menganalisis secara mendalam semua aspek permainan mereka, yang pasti akan sangat membantu," kata Samer Saleh dilansir dari laman AFC.
Selain menganalisis lawan, Samer Saleh juga akan mengevaluasi timnya untuk lebih baik. "Tim kami juga akan mencermati kekuatan dan kelemahan kami karena kami perlu meningkatkan kemampuan," tegas Samer Saleh.
Editor: Aspian Nur