Public sepakbola Indonesia pasti belum bisa melupakan momen 90+6=99 yang ramai diperbincangkan usai hasil imbang 2-2 pada pertemuan pertama Oktober 2024 lalu. Kalau saja saat itu Indonesia menang, posisi di klasemen lebih aman.
Namun saat itu skuat Garuda ditangani Shin Tae-yong sehingga bermain dengan lebih hati-hati. Pada pertemuan kedua malam nanti, tugas Patrick Kluivert lebih berat karena harus membangkitkan kepercayaan diri tak hanya pemain tapi juga masyarakat pecinta bola Tanah Air usai kekalahan telak 1-5 dari Australia, kekalahan terbesar di kualifikasi ini.
Patrick Kluivert pun menyinggung pentingnya peran suporter dalam laga ini. "Kami sudah merasakan (atmosfer suporter) saat melawan Australia (di tandang), saya rasa para suporter sangat luar biasa," kata Kluivert dalam konferensi pers jelang laga Senin (24/3/2025) malam tadi.
"Mereka selalu mendukung para pemain. Mereka memberi motivasi ekstra buat para pemain. Suporter memang sangat penting untuk mendorong kami supaya bisa memberikan performa terbaik," paparnya.
Kluivert menilai para pemainnya dalam rasa percaya diri tinggi. Jay Idzes cs bertekad menuntaskan laga dengan kemenangan. "Kami percaya diri bisa memetik hasil bagus. Mental dan mindset skuad bagus. Jadi kami siap tanding di laga besar," tegas pria asal Belanda itu.
Sementara dari kubu lawan, Bahrain sejatinya sempat cemas untuk bertandang ke Indonesia. Perasaan tersebut kemudian hilang setelah mendapat perlakuan baik selama berada di Indonesia.
padahal sebelumnya Bahrain sempat mengajukan keluhan ke AFC dan meminta duel melawan Indonesia pada pertemuan kedua digelar di tempat netral. FAB, federasi sepakbola Bahrain, merasa cemas dengan keselamatan pasukan Dragan Talajic. Namun perasaan negatif terhadap Indonesia akhirnya lenyap.
"Saya bisa bilang terima kasih kepada federasi sepakbola Indonesia untuk pelayanan yang bagus buat kami, juga kepada masyarakat Indonesia yang menyambut kedatangan kami," kata Talajic.
"Saya tahu orang-orang bicara (jelek) di medsos, saya tahu orang Indonesia tidak begitu. Kalian sangat baik. Kami menikmati masa-masa kami di Indonesia dan akan menikmati pertandingan," sambungnya.
Kiper Bahrain, Ebrahim Lutfalla, juga mengungkapkan perasaannya selama berada di Indonesia. Dia menilai memang bakal selalu ada hal yang berbeda dari kenyataan. “Saya tahu Indonesia sangat banyak populasinya, dan sikap orang-orang tertentu tidak merepresentasikan (sikap penduduk) secara keseluruhan," tegasnya.
Editor: Aspian Nur