Di Sydney Football Stadium, Sydney, pukul 17.00 WITA petang nanti (pukul 20.00 waktu Sydney) putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 digelar dengan tuan rumah Australia menjamu Indonesia yang menjadi laga penting bagi kedua tim yang sedang berjuang ke Piala Dunia 2026.
Saat ini klasemen Grup C masih dikuasai oleh Jepang dengan 16 poin dan berpeluang menjadi negara pertama yang lolos dari grup ini. Di peringkat kedua ada Australia dengan tujuh angka, diikuti Indonesia di posisi ketiga dengan enam angka sementara peringkat keempat, kelima, keenam ada Arab Saudi, Bahrain serta China. Mereka punya poin yang sama seperti Indonesia.
Hanya pemimpin dan runner up klasemen yang berhak mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia 2026. Sedangkan penghuni peringkat ketiga dan keempat akan melaju ke putaran keempat kualifikasi.
Sejatinya Kluivert yang bermain 79 kali untuk timnas Belanda antara tahun 1994 dan 2004 memiliki hubungan dengan Australia, karena pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Ange Postecoglou di Brisbane Roar pada tahun 2010.
Terakhir kali Socceroos menghadapi Indonesia adalah di Jakarta pada bulan September 2024 lalu ketika lini pertahanan tim tuan rumah berjuang keras untuk meraih hasil imbang tanpa gol pada laga kualifikasi Piala Dunia ini berlangsung.
Ranking FIFA sendiri memperlihatkan perbedaan signifikan untuk kedua negara, dimana Australia berada di peringkat 26 sementara Indonesia posisi 127. Meski begitu Patrick Kluivert tak terlalu mempersoalkan ranking juga adanya kabar pemain lawan yang bakal absen.
Menurutnya, Australia punya kedalaman skuad mumpuni sehingga pemain pengganti bisa menggantikan peran mereka yang mengalami cedera.
"Semua orang tahu beberapa pemain kunci mereka (Australia) bakal absen tapi kondiri itu tak berpengaruh apa-apa. Pemain yang dipanggil punya kesempatan membuktikan diri mereka layak. Kami tak pernah menganggap remeh siapapun," tegas Kluivert dalam jumpa pers jelang pertandingan.
Mantan pemain Ajax Amsterdam, AC Milan dan Barcelona itu menjanjikan beberapa kejutan dari tim Merah Putih pada pertandingan nanti meskipun hanya memiliki beberapa sesi latihan sejak mengambil alih posisi pelatih pada bulan Januari menggantikan Shin Tae-yong.
Dengan banyak pemainnya yang baru saja terbang dari klub mereka di Eropa, Kluivert mengakui bahwa tidak ada cukup waktu untuk benar-benar menerapkan ide-idenya ke dalam skuad, tetapi ia yakin mereka siap untuk menantang kemenangan pertama atas Australia sejak 1981 dengan skor 1-0.
“Tidak mungkin untuk mengubahnya saat ini,” tegasnya. “Ada hal-hal yang tidak bisa saya jelaskan disini, tetapi akan ada beberapa yang berubah. Tim sudah siap. Mereka tahu apa yang kami harapkan, jadi kami tidak sabar untuk memainkan pertandingan nanti,” paparnya.
Kluivert mengambil alih skuat yang dihuni oleh para pemain diaspora Indonesia, banyak dari mereka yang lahir di Belanda dan bermain di level tinggi di Eropa. Mereka tampil mengesankan dengan hasil imbang 0-0 melawan Australia serta kemenangan kandang 2-0 atas Arab Saudi tahun lalu dan hanya tertinggal satu poin di belakang Socceroos yang berada di urutan kedua di Grup C. Dua tim teratas akan melaju langsung ke putaran final 2026.
“Saya pikir kami sudah menunjukkan pada tahun lalu, mungkin sedikit lebih banyak, bahwa Indonesia adalah negara yang harus dihadapi,” kata kapten kelahiran Belanda, Jay Idzes.
“Mudah-mudahan dan saya sangat yakin, di tahun-tahun berikutnya kami benar-benar bisa menempatkan Indonesia di peta dunia,” sebut bek klub Serie A Italia Venezia itu.
Idzes menepis anggapan para pemain diaspora tidak memiliki ikatan emosional dengan sepak bola Indonesia seperti halnya para pemain lokal. “Kami berbicara di antara para pemain tentang apa arti pertandingan ini bagi kami, dan saya tidak mengharapkan hal lain selain yang terbaik besok,” ungkapnya.
“Sangat penting bagi semua orang untuk memahami kami sedang berjuang dan mewakili negara kami, 280 juta orang mendukung kami. Bagi saya, secara pribadi, saya tidak merasakan tekanan ekstra. Saya hanya merasakan dukungan ekstra dari semua orang,” pungkasnya.
Sementara pelatih Australia Tony Popovic menegaskan ambisi timnya menghadapi Indonesia di depan pendukung sendiri. “Kami memahami dengan sangat jelas dimana posisi kami dalam pertandingan kualifikasi. Kami juga tahu kami berada di urutan kedua dan memiliki kesempatan untuk mengukuhkan posisi tersebut dengan kemenangan yang bagus kemudian menang lagi di Tiongkok. Itu ada di tangan kami. Kami harus menerima tekanan itu, ekspektasi itu, bermain di sini, di Sydney, kota yang luar biasa. Anda dapat melihat di latar belakang betapa bagusnya stadion ini, stadion dengan kapasitas penuh yang dipenuhi oleh para pendukung kami. Kami harus menerima tantangan itu dan menyelesaikan tugas kami,” papar Popovic.
Striker Socceroos Adam Taggart merasa yakin dengan peluang mereka. “Ini adalah pertandingan yang sangat besar bagi kami, kesempatan besar bagi kami sebagai sebuah tim untuk menginjakkan kaki di fase grup dan memastikan kami dapat mencoba untuk lolo,” kata pemain Perth Glory FC itu.
Kai Trewin, bek tengah Australia pun percaya diri. “Harapan untuk memenangkan semua pertandingan dan bermain dengan baik itu ada. Ini adalah langkah terbesar bagi sepak bola di Australia, dan saya pikir ekspektasi itu datang dengan sendirinya,” ujar Trewin.
“Mereka [Indonesia] akan menjadi tim yang hebat, tentu saja. Saya hanya akan fokus untuk mencoba berkontribusi sebaik mungkin untuk tim dan bagaimanapun juga, saya akan memberikan yang terbaik,” tegasnya.
AUSTRALIA (3-4-2-1): Mathew Ryan; Cameron Burgess, Kye Rowles, Alex Grant; Lewis Miller, Jackson Irvine, Anthony Caceres, Aziz Behich; Craig Goodwin, Daniel Arzani; Kusini Yengi.
Pelatih: Tony Popovic.
INDONESIA (3-4-2-1): Maarten Paes; Rizky Ridho, Jay Idzes, Mees Hilgers; Kevin Diks, Thom Haye, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk; Marselino Ferdinan, Rafael Struick; Ole Romeney.
Pelatih: Patrick Kluivert.
Editor: Aspian Nur