Hasil ini membuat posisi Borneo FC naik ke peringkat kelima klasemen sementara dengan 41 poin dari 27 laga, terpaut dua poin dari zona empat besar. Namun posisi Nadeo Argawinata dkk bisa kembali turun mengingat mereka hanya berselisih satu dan dua poin dari tim di peringkat 6 hingga 9 klasemen yaitu Bali United dan Malut United (40 poin) serta Arema FC dan PSM Makassar (39 poin) yang keempat tim itu baru memainkan 26 laga.
Sementara Banten Warriors, julukan Dewa United, tidak beranjak dari peringkat kedua dengan 49 poin dari 27 pertandingan, namun posisinya terancam disalip oleh Persebaya Surabaya yang berada di posisi ketiga.
Secara statistic Dewa United sebenarnya unggul penguasaan bola pada pertandingan ini dengan 70 persen namun Borneo FC lebih sering memberikan ancaman dengan menciptakan lima peluang. Pada pertandingan ini tuan rumah kehilangan Angelo Meneses menit ke-58 setelah mendapat kartu kuning kedua yang berubah menjadi kartu merah.
Kemenangan ini sejatinya diluar dugaan, mengingat anak-anak dari Kota Tepian Samarinda datang dalam kondisi tidak ideal. Selain kalah dua kali, dari Persis Solo dan PSBS Biak dengan skor identic 0-1, pelatih Joaquin Gomez juga dipusingkan dengan factor cedera dan kelelahan pemain. “Saya mengapresiasi pemain atas keberhasilan ini. Mereka berjuang keras di lapangan demi mendapatkan hasil positif,” ujar Gomez.
Borneo FC hanya punya waktu tiga hari melakukan persiapan menghadapi Dewa United dengan sejumlah pemain mengalami cedera. “Ada 7 sampai 9 pemain tak bisa tampil karena cedera, jadi kemenangan ini sangat luar biasa,” imbuhnya.
Borneo FC menghadapi tiga laga di bulan April, yaitu dua laga home di Stadion Segiri Samarinda menjamu Persib Bandung 11 April dan PSM Makassar 18 April kemudian away ke Jawa Tengah menghadapi PSIS Semarang 25 April.
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink menegaskan target utama timnya musim ini memang bukan menjadi juara. Pelatih asal Belanda itu menyadari setiap tim wajar mengalami kekalahan dalam semusim kompetisi. "Yang penting bagimana kami mengalami kekalahan. Satu hal yang harus kami kembangkan, yaitu di 10 menit pertama," kata Riekerink .
"Ada beberapa laga kami kebobolan cepat, dan lalu kami sempat coba untuk mengejar. Menghadapi Borneo FC kami memulai laga dengan buruk, memberi lawan gol mudah. Setelah 10 menit kami baru mengambil alih pertandingan, Borneo FC bertahan dan kami main sesuai identitas kami. Borneo FC bertahan dengan baik," ungkapnya.
Editor: Aspian Nur