Dengan taktik dan strategi baru itu, Borneo FC berhasil menang telak 3-1 dari Singo Edan yang jadi kemenangan pertama dari rentetan empat kekalahan beruntun yang dirasakan anak-anak dari Kota Tepian dengan dua diantaranya dialami di depan pendukung sendiri.
“Kemenangan ini penting bagi kami. Stretagi yang diterapkan pelatih berhasil dijalankan dengan baik,” ujar Fano, sapaan akrabnya, usai laga melawan Arema.
Secara terbuka pemain berdarah Belanda ini menyebut permainan luar biasa diperlihatkan Mariano Peralto. Diketahui pada pertandingan kemarin Peralto jadi actor dibalik tiga gol kemenangan Borneo FC karena assist dari sisi kiri dan kanan membuat Fano mencetak dua gol dengan satu gol lagi dari Habibi Yusuf.
"Semua pemain bekerja keras. Mariano Peralta juga luar biasa dengan tiga assist yang ia buat," ungkapnya.
Sementara Joaquin Gomez yang baru saja menggantikan Pieter Huistra di kursi pelatih mengaku dengan persiapan minim namun anak asuhnya berhasil meraih hasil terbaik.
"Saya senang, mereka tampil berani dan mampu menciptakan momentum. Setelah episode buruk, kemenangan ini tentu menyenangkan meski waktu adaptasi saya dengan tim sangat minim," ujar Gomez.
Pelatih Arema FC mengaku Johan Alfarizi dkk sulit bangkit setelah tertinggal dua gol. "Kami kebobolan dua gol di babak pertama, itu menjadi titik balik yang sulit. Gol ketiga dari Lilipaly semakin menyulitkan posisi kami. Saya meminta maaf kepada Aremania karena belum bisa memberikan hasil terbaik," ucap Gomez.
Editor: Aspian Nur