Kemenangan yang sekaligus jadi pemutus tren negative Borneo FC setelah tak pernah menang dalam empat laga terakhir sejak putaran pertama selesai dan berlanjut di awal putaran kedua.
Mariano Ezequiel Peralta Bauer alias Mario Peralta jadi bintang permainan tuan rumah di laga ini. Tak mencetak gol namun pemain asal Argentina itu jadi inspirasi tiga gol yang dicetak Borneo FC.
Diawali gol Stefano Yantje Lilipali menit 26 hasil umpan matang Peralta dari sisi kiri pertahanan Arema FC, gol kedua yang dicetak Habibi Yusuf lahir dari skema yang sama dan dari pengumpan yang sama, menutup babak pertama dengan skor 2-1.
Lilipaly yang juga kapten Borneo FC mencetak brace yang lagi-lagi memanfaatkan umpan dari Peralta menit 62 setelah sebelumnya Singo Edan berhasil mencetak gol diawal babak kedua menit 49 lewat sontekan Dalberto memanfaatkan blunder Ronaldo Rodriguez.
Kemenangan ini membuat posisi Borneo FC naik ke urutan 8 dengan 29 angka dari 19 laga sementara Arema FC ada di posisi ke-10 dengan 28 poin.
Kemenangan ini jadi modal penting Borneo FC yang akan melakoni laga keempat di ASEAN Club Championship menghadapi Kaya FC dari Filipina di Stadion Batakan hari Kamis (23/1/2025) malam untuk membuka peluang lolos ke fase kedua mengingat saat ini mereka ada di posisi ketiga dengan 3 poin sementara Kaya merupakan juru kunci Grup B ajang ini.
Ujian kedua bagi Joaquin Gomez sebagai pelatih baru pengganti Pieter Huistra dalam pertandingan pekan depan bersama asistennya yang juga baru bergabung Daniel Fereira.
Di kubu Arema FC, kekalahan ini jadi hasil mengecewakan bagi pelatih baru mereka Jose Manuel Gomes da Silva. Pelatih asal Portugal itu gagal memenuhi ekspektasi manajemen tim di laga debut dan bakal menghadapi laga berat Jumat (24/1/2025) pekan depan karena mereka harus menghadapi pemuncak klasemen sementara Persib Bandung di kendang sendiri.
Editor: Aspian Nur