Bukan sesuatu yang mengejutkan terkait pemutusan kerjasama antara manajemen klub dengan pelatih berusia 57 tahun itu kalau melihat prestasi Borneo FC yang trengginas di awal musim namun terus melorot bahkan belum setengah dari putaran pertama berlangsung musim ini.
Borneo FC sempat digadang-gadang jadi tim penantang gelar di BRI Liga 1 2024/25. Pasalnya, musim lalu mereka sukses menjadi juara reguler, meskipun gagal melangkah ke partai final dan tak mampu meraih gelar Championship Series.
Saat ini tim dari Kota Tepian Samarinda itu duduk diperingkat ke-10 klasemen sementara dengan 26 poin dari 18 pertandingan, hasil dari tujuh kemenangan, lima imbang dan enam kekalahan. Terakhir, mereka harus dipermalukan oleh Semen Padang 1-3, kekalahan ketiga beruntun yang dialami Borneo FC di Liga 1 plus satu kekalahan di ASEAN Club Championship 2024 menghadapi Buriram United Thailand. Yang memalukan, dua kekalahan dari empat laga terakhir dialami di depan pendukung sendiri, Stadion Batakan Balikpapan, yaitu kala menjamu Persik Kediri 0-4 dan Semen Padang 1-3.
Manajemen tim sejatinya sudah memulangkan striker andalannya yaitu Matheus Pato dan menambahnya dengan Ricky Cawor, namun sepertinya belum mampu menyelamatkan kursi yang diduduki Huistra. Tanda-tanda pemecatan terhadap Huistra mulai tercium kala menghadapi Semen Padang, karena tak ada sosok mantan pelatih timnas Indonesia itu yang posisinya digantikan asisten pelatih Demerson Bruno Costa.
Pemecatan terhadap Huistra memastikannya jadi pelatih ke-8 yang dipecat klub Liga 1 musim ini. Manajemen tim belum merilis resmi keputusan ini namun informasi yang didapatkan Korankaltim.com Rabu (15/1/2025) menyebutkan kalau Huistra memang sudah dipecat.
Sebelumnya ada pelatih pertama yaitu Juan Esnaider dipecat PSBS Biak, Hendri Susilo (Semen Padang), Widodo Cahyono Putro (Madura United), Milomir Seslija (Persis Solo), Wagner Lopes (PSS Sleman), Joel Cornelli (Arema FC) dan Paulo Menezes (Madura United).
Pieter Huistra ditunjuk sebagai arsitek Borneo FC pertengahan musim 2022/23. Dalam data transfermarkt, Huistra sudah memimpin Borneo FC di 67 pertandingan dengan statistik 35 menang, 14 imbang, 18 kalah, 110 gol, 75 kebobolan dan 25 clean-sheet.
Editor: Aspian Nur