Kekalahan kedua secara beruntun di putaran pertama jelang libur panjang Tahun Baru 2025 dan jadi modal negative sebelum Pesut Etam membawa nama Indonesia pada ajang ASEAN Club Championship (ACC) 2024/2025 menghadapi wakil Thailand Buriram FC di markas lawan pada 9 Januari nanti.
Kekalahan dari Persik Kediri membuat posisi Borneo FC kian melorot di klasemen sementara seiring dengan berakhirnya putaran pertama, terlempar dari 5 Besar dan menutup akhir tahun dengan nangkring di posisi ke-7, mengemas 26 poin dari 17 laga hasil dari 7 kali menang, 7 kali seri dan lima kali kalah, sementara Persik Kediri satu strip diatas, posisi 6 dengan 27 poin.
Pada pertandingan malam tadi, kartu merah dari gelandang pengangkut air Key Hiroshe jadi kunci kekalahan telak tuan rumah. Sejak menit 17, Borneo FC harus bermain dengan 10 orang karena pemain asal Jepang itu kena kartu merah langsung yang mana hasil pengecekan VAR, Key dianggap menginjak kaki Ze Valente.
Dengan jumlah pemain satu orang lebih banyak, Macan Putih berhasil memaksimalkan laga dan mencetak gol demi gol yang diawali bunuh diri Ronaldo Rodrigues pada menit ke-36, gol kedua dicetak pemain Persik melalui Rifqi Ray Farandi pada menit ke-50, Yusuf Meilana 55' dan Riyanto Abiyoso 86'. Ini merupakan kekalahan pertama Borneo FC di kandang sendiri musim ini.
Pelatih Borneo FC Pieter Huistra pun geram dengan hasil ini dan menuding kartu merah untuk Key tidak tepat. "Keputusan ini tidak masuk akal. Wasit ini belum siap untuk Liga 1 dan VAR juga tidak membantu. Jelas itu bukan kartu merah," ujar Huistra usai laga kepada media.
Pria asal Belanda itu mengakui timnya mengalami masalah besar, terutama dalam penyelesaian akhir. "Kami memiliki banyak peluang, tetapi tidak bisa menyelesaikannya. Ini menjadi kelemahan kami di putaran pertama," ungkap Huistra.
Huistra juga menyoroti tingginya jumlah kartu merah yang diterima Borneo FC sepanjang musim ini. "Kami harus mengevaluasi ini. Kami bermain dengan 10 pemain, dan ini membuat segalanya semakin sulit," tambahnya.
Diketahui pada laga ini Borneo FC tak menurunkan kiper Nadeo Argawinata yang saat kalah dari Persebaya 1-2 di markas lawan kena kartu merah langsung.
Terkait transfer pemain putaran kedua, Huistra menyebut Borneo FC sedang mencari opsi untuk meningkatkan lini serang. "Kami membutuhkan seseorang di depan yang bisa memanfaatkan peluang. Kami sedang berusaha dan melihat apa yang mungkin terjadi dalam 2-3 minggu ke depan," sebutnya.
Kiper Borneo FC Angga Saputro tetap mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya meskipun hasilnya mengecewakan. "Kami sudah berjuang semaksimal mungkin. Kami akan belajar dari kekalahan ini," singkat Angga.
Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide mengaku puas dengan kerja keras anak asuhnya. "Teroganisir dan efisien dalam serangan. Itulah yang selalu kami bahas akhir-akhir ini. Kami harus tetap perhatikan lini pertahanan kami dan efisien dalam serangan," kata Marcelo mengungkap kunci sukses timnya.
Editor: Aspian Nur