Satu poin yang berhasil dicuri anak-anak dari Kota Tepian dari Macan Kemayoran sejatinya tak terlepas dari kesalahan pemain tuan rumah sendiri, utamanya kiper Andritany Ardhiyasa yang membuang-buang waktu dimenit akhir pertandingan.
Persija bermain dengan 10 orang sejak menit 37 kala Ondrej Kudela mendapat kartu merah hasil review VAR setelah menjegal Kei Hiroshe. Namun keunggulan jumlah pemain tak mampu dimanfaatkan maksimal tim tamu yang justru tertinggal 1-0 leat gol Gustavo Almeida menit 86 babak kedua.
Dari gol menit akhir inilah terjadi drama. Tambahan waktu tujuh menit dari wasit jadi sembilan menit karena aksi Andritany yang membuang-buang waktu saat laga hendak selesai dengan tiba-tiba terjatuh di tengah lapangan. Kondisi inilah yang membuat waktu tambahan kembali diberikan dan pemain yang baru masuk, Habibi Jusuf mencetak gol menit 99 yang setelahnya laga berakhir.
"Ini sebuah keajaiban. Kami bermain bagus melawan Persija dan mengontrol jalannya pertandingan," ujar Pieter Huistra usai laga. “Kami menciptakan banyak peluang tapi baru cetak gol di menit akhir," sebut pria asal Belanda itu dikutip dari laman resmi klub.
Pieter Huistra sebenarnya senang dengan kartu merah yang diterima Persija karena sangat menguntungkan bagi Borneo FC. "Kalau kami bermain 11 lawan 11, mungkin kami yang akan kerepotan. Tapi kami 11 lawan 10 dan kami bisa kontrol pertandingan," ungkapnya.
Huistra memberikan komentarnya perihal gol menit akhir Borneo FC. Menurut pelatih berusia 57 tahun itu, gol Borneo FC bermula karena kesalahan kiper Persija, Andritany Ardhiyasa, yang buang-buang waktu dengan terjatuh di tengah lapangan dan harus mendapatkan perawatan dari tim medis Persija. Tambahan waktu tujuh menit yang diberikan wasit terpaksa dilebihi sampai sembilan menit yang membuat Borneo FC berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
"Saya minggu lalu sudah bicara perihal masalah menghabiskan waktu di sepakbola Indonesia. Saya senang wasit justru sadar dan mengambilkan tindakan yang bagus. Persija melakukan pergantian pemain di tambahan waktu dan kiper mereka mengulur-ngulur waktu di injury time.. Jadi wasit memang harus hati-hati. Jika memang ingin sepak bola Indonesia lebih bagus, hentikan situasi guling-guling ini," papar Huistra.
Seusai laga terjadi keributan di bench pemain yang melibatkan ofisial dan pemain kedua tim. Tensi meninggi mengingat drama yang terjadi. Terlihat Gustavo Almeida terlibat adu mulut dengan kubu Borneo. Ada juga Manajer Persija Bambang Pamungkas di antara kerumunan dua pihak yang bertikai.
"Memang orang-orang di Indonesia ini emosional ya, penuh dengan gairah, dan situasi sepakbola Indonesia memang seperti ini. Apalagi laga ini berjalan seru," sebut Huistra.
Sementara pelatih Persija Gustavo Almeida yang terlibat dalam kejadian itu juga menganggap sebagai hal biasa. Drama yang terjadi membuat adrenalin meningkat, namun ia memastikan tidak ada masalah yang diperpanjang.
"Tidak ada yang spesial ya, itu normal saat pertandingan semua ingin menang. Kami dan Borneo ingin menang. Perdebatan itu normal dan kami sudah saling meminta maaf satu sama lain selepas pertandingan," kata Almeida.
Editor: Aspian Nur