Pada pertandingan malam tadi, Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat gol Reva Octaviani namun disamakan Kamboja menit ke-32 dari sundulan Hok Saody. Sydney Sari Hopper mengembalikan keunggulan Indonesia 2-1 menit ke-35.
Hopper menuntaskan umpan Sheva Imut yang mengarah ke depan gawang Kamboja. Reva Octaviani mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-58, menuntaskan umpan dari Rosdilah Siti Nurrohmah.
Skor 3-1 bertahan hingga bubaran dan memastikan trofi juara dibawa pulang ke Tanah Air hari ini. Selain itu ada juga trofi Pemain Terbaik yang didapatkan Reva Octaviani dan Laita Ro’ati Masykuroh terpilih sebagai Kiper Terbaik Piala AFF 2024 yang hanya kebobolan satu gol selama turnamen berlangsung.
Piala AFF 2024 menjadi semacam kualifikasi, diikuti 6 tim peringkat terendah dari edisi 2022 dan taka da Thailand ataupun Vietnam yang berlaga. Tim juara yaitu Indonesia, runner-up Kamboja serta peringkat ketiga Singapura berhak untuk ikut ke ASEAN Women's Championship 2025.
Usai laga, Sydney Sari Hopper yang mencetak gol perdana untuk Indonesia mengaku Bahagia. Ini menjadi gol pertama Sydney. Pemain keturunan Amerika Serikat ini dipanggil pelatih Satoru Mochizuki pada Juli 2024. Meski lahir di Amerika Serikat, Sydney Sari Hopper bukanlah pemain naturalisasi. Dia punya darah Indonesia dari sang ibu dan sudah memegang paspor RI sebelum gabung ke tim nasional.
Debut Sydney Sari Hopper buat Timnas Putri Indonesia terjadi saat bersua Hong Kong di laga persahabatan. Penyerang klub liga universitas AS, Dallas Baptist Patriots, ini kemudian dibawa untuk Piala AFF Putri 2024. Gelandang 17 tahun ini berharap bisa menambah golnya di masa mendatang.
"Kamboja lawan yang sangat sulit, susah sekali. Ini laga yang menarik," kata Sydney selepas laga. "Senang bisa mencetak gol perdana di level internasional, semoga bisa bertambah ke depannya. Terima kasih buat para penggemar," ujarnya lagi.
Terlepas dari hasil ini, masyarakat Indonesia sedikit kecewa karena laga final tidak disiarkan secara langsung di televisi nasional. Parti puncak ini hanya disiarkan secara live lewat channel Youtube federasi sepakbola Laos yang membuat ribuan hingga jutaan orang terutama masyarakat Indonesia dan Kamboja menyerbut channel tersebut saat final berlangsung malam tadi.
Editor: Aspian Nur