Pada pertandingan itu, dua gol Indonesia dicetak Ragnar Oratmangoen menit 45+7 dan Rafael Struick pada menit 74 setelah tuan rumah sempat memimpin sejak menit 15 lewat sepakan Mohamed Mahroon. Saat babak kedua menunjukkan waktu tambahan 6 menit, ternyata Bahrain bisa menyamakan skor 2-2 pada menit 90+9.
Tak pelak, tambahan satu poin yang seharusnya bisa disyukuri seolah tak bisa diterima kubu Indonesia yang melakukan aksi protes saat pertandingan berakhir. Adalah wasit Ahmed Al Kaf dari Oman yang memicu kekecewaan dan rasa marah public Tanah Air itu setelah membiarkan pertandingan tetap berjalan karena tambahan waktu 6 menit namun laga terus berjalan sampai menit 99, tepatnya setelah Bahrain mencetak gol penyama kedudukan.
Tak pelak hal itu memicu kontroversi. Semua linimasa media sosial dipenuhi rasa kecewa. Bahkan Ustadz Adi Hidayat pun turut memberikan komentar yang meski singkat namun menohok. Di media sosial Instagram-nya, ustadz popular di Tanah Air itu menulis kalimat “Ya Allah, Astaghfirullah,” dengan foto latar pemain Indonesia dan klasemen sementara Grup C, sementara pada foto pertama terlihat wajah wasit Ahmed Al Kaf dengan tulisan besar “Ternyata begini ya rasanya kalau dicurangi,”
Wajar kalau pecinta sepakbola Indonesia kecewa, karena seharusnya tiga poin yang harusnya didapatkan dari pertandingan ini bisa mendongkrak posisi Merah Putih ke urutan kedua klasemen dengan lima poin, menambah dua poin dari dua laga dengan hasil imbang yang sudah didapatkan.
Namun skor 2-2 membuat posisi Indonesia tertahan di urutan ke-5 dengan 3 poin, sementara Bahrain di posisi keempat dengan 4 poin, sama dengan Arab Saudi dan Australia yang nangkring di urutan ketiga dan kedua. Jepang masih sempurna dengan 9 poin karena tiga laga tak terkalahkan.
China yang bakal jadi lawan Indonesia pada Selasa (15/10/2024) malam nanti di Jakarta tak bergerak di urutan 6 klasemen tanpa poin. Asa mendapatkan tiga poin bisa didapatkan Indonesia dari pertandingan melawan China nanti yang kalau itu berhasil terwujud maka posisi Jay Idzes dkk bisa merangkak ke papan atas.
PSSI sendiri sudah membuat laporan resmi kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit yang dinilai tak fair. Pelatih Shin Tae-yong menyayangkan hasil imbang yang diraih anak asuhnya. “Kedua tim melakukan yang terbaik sampai wasit meniupkan peluit panjang. Akan tetapi, saya harus memastikan kembali terkait dengan keputusan-keputusan wasit di pertandingan tadi. Bila AFC ingin semakin maju, maka keputusan dan kepemimpinan wasit juga perlu diperbaiki,” kata pria 53 tahun tersebut dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan dilansir dari laman pssi.
Shin Tae-yong tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang sudah berjuang sampai peluit panjang dibunyikan. “Soal tambahan waktu, yang seharusnya enam menit namun menjadi lebih dari sembilan menit. Lalu, keputusan-keputusan wasit yang menurut saya bias. Saya rasa semua orang bisa memahami kenapa para pemain kami kesal dengan keputusan-keputusan tersebut,” tuturnya mengakhiri pembicaraan.
Editor: Aspian Nur