Sejatinya Borneo FC bisa meraih poin penuh kalau saja bermain dengan kekuatan lengkap. Hanya saja kesalahan fatal yang dilakukan kiper Nadeo Argawinata membuat Borneo FC harus kehilangan penjaga gawang yang baru bergabung usai membela timnas Indonesia menghadapi Australia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dua hari lalu.
Lewat review VAR, Nadeo yang sebelumnya mendapat kartu kuning berganti jadi kartu merah akibat dengan sengaja menghalau bola diluar kotak penalty padahal laga baru berjalan 8 menit. Pelatih Pieter Huistra akhirnya mengeluarkan bek Leo Guntara dan memasukan kiper kedua Angga Saputro.
Namun kekurangan pemain justru membuat Pesut Etam berhasil unggul 0-1 menit ke-25 setelah Leonardo Gaucho mencetak gol hasil umpan dari Peralta dan skor tak berubah hingga turun minum.
Pada babak kedua PSS menaikan intensitas serangan dan memasukkan Hokky Caraka yang mengawali gol bunuh diri tim tamu setelah tembakannya membuat terjadi kemelut dan membentur Christophe Nduwarugira tanpa mampu dijangkau Angga pada menit ke-75. Menit ke-89, Borneo nyaris unggul kembali. Terens Puhiri sempat mencetak gol namun dianulir wasit lantaran posisi Terens yang sudah berada dalam posisi offside.
Hasil ini merugikan Borneo FC karena gagal memanfaatkan kesempatan menyalip PSM Makassar yang pada pertandingan kemarin ditahan imbang Persib Bandung di Balikpapan. Kedua tim sama-sama meraih 10 poin dari empat laga yang sudah dijalani.
Pelatih Borneo FC Samarinda, Pieter Huistra, mengatakan jika pada sepuluh menit pertama timnya lebih banyak menunggu untuk selanjutnya melakukan serangan bagi PSS.
Namun, semua itu berubah setelah Nadeo Argawinata mendapat kartu merah di menit ke-12. "Pertandingan hari ini 10 menit pertama kami menunggu permainan, setelah kartu merah kami lakukan perubahan dan akhirnya bisa cetak gol," ujar Huistra usai lagai.
Meski anak asuhnya tertinggal jumlah pemain tapi bisa menciptakan beberapa peluang berbahaya yang seharusnya bisa jadi gol tambahan. Mengenai kartu merah Nadeo, dia tak mau memperpanjang hal itu dan menyebut kiper timnas itu sudah menyadari kesalahannya.
"Nadeo tahu dia salah dan saya tak bisa komentar banyak semoga dia bisa bangkit di laga selanjutnya," harapnya.
Sementara pemain Borneo FC Samarinda, Rahmad Dandy Sonriza mengaku bersyukur bisa memetik poin di kandang PSS Sleman. "Alhamdulillah dapat satu poin karena kami bermain dengan 10 orang,” ujar Dandy.
Editor: Aspian Nur