Bukan persoalan mudah, mengingat Tim Elang Jawa bertekad mengakhiri krisis kemenangan yang tak mereka dapatkan dalam tiga pertandingan sebelumnya, membuat mereka terdampar di posisi paling bawah klasemen.
Saat ini Borneo FC berada di posisi kedua klasemen dengan 9 angka, selisih satu angka dengan PSM yang mengemas 10 poin diurutan nomor satu, sementara PSS Sleman ada di dasar klasemen, posisi 18 dengan ironisnya poin yang minus 3.
Diketahui poin PSS minus 3 imbas kasus match fixing pada babak 8 Besar Liga 2 tahun 2018 silam. Selain pengurangan poin PSS juga dedenda Rp150 Juta kala itu. Artinya, kalau pun mereka bisa mengalahkan Borneo FC, tak ada tambahan poin bagi PSS, namun minus 3 mereka sudah hilang. Karena itulah jelang pertandingan sore nanti, pelatih Borneo FC Pieter Huistra menegaskan anak asuhnya harus waspada.
“PSS punya banyak perubahan komposisi pemain dari musim lalu dan mereka diisi pemain bagus. Kami harus mewaspadai mereka meski berada di posisi bawah,” tegas Huistra.
Menurutnya, hasil negatif yang diderita sang lawan bisa saja disebabkan karena tim belum matang atau komplet. Di pertandingan berikutnya, mereka bisa saja jadi bagus. “Kami harus hati-hati, fokus untuk pertandingan nanti,” ucap pelatih asal Belanda ini.
Sementara kiper Borneo FC Nadeo Argawinata menyebut dirinya bersama pemain lain siap mengamankan poin di laga ini. Ia menyatakan tidak sabar untuk kembali merumput di Liga 1 usai dipanggil ke tim nasional.
“Pemain sangat semangat menyambut laga-laga selanjutnya. Kami bersemangat menatap pertandingan nanti,” sebut Nadeo.
Borneo FC memetik hasil positif di tiga laga awal Liga 1. Mereka menang melawan Semen Padang (3-1), Arema FC (2-0), dan Bali United (2-0). Empat dari delapan pemain asing Borneo FC juga tampil gacor dan sudah mencetak gol di Liga 1 musim ini. Mereka adalah Christophe Nduwarugira dengan torehan dua gol. diikuti Berguinho, Leo Gaucho serta Mariano Peralta dengan masing-masing satu gol
Sementara pelatih PSS Sleman Wagner Lopes optimistis dapat meraih hasil memuaskan menghadapi Borneo karena mereka ingin mengembalikan kepercayaan suporter.
“Dalam sepak bola tidak ada kata tidak mungkin. Kami mengusung optimisme dan berpikir positif mampu melewati mereka dengan baik,” ujar Wagner.
Pelatih kelahiran Brasil ini menginstruksikan anak asuhnya untuk memahami perannya masing-masing di lapangan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tim. Untuk melewati hadangan Pesut Etam, para pemain PSS harus bermain dengan kebersamaan, kekompakan, dan disiplin tinggi dalam menjalankan taktik. “Serta strategi yang telah diinstruksikan oleh pelatih,” tegas Lopes.
Meskipun ia sadar situasi yang tidak baik sedang menyelimuti hati pendukung PSS Sleman, namun Lopes tetap percaya diri. “Kami percaya di pertandingan nanti bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkasnya.
Perkiraan Susunan Pemain:
PSS SLEMAN: E Rizky; F Aryanto, A Figo, P Ofosu-Ayeh, Cleberson; Betinho, Moon Chang-Jin, W Hamisi; H Caraka, N Cardoso, Danilo Alves
BORNEO FC: Nadeo Argawinata; F Fathurrahman, L Guntarea, Ronaldo Rodrigues, C Nduwarugira; Berguinho, S Lilipaly, M Peralta, R Enero, K Hirose; Leo Gaucho
Editor: Aspian Nur