Dua poin dari dua pertandingan yang sudah dilewati setidaknya membuktikan kalau Jay Idzes dkk memang layak diperhitungkan di kualifikasi ini mengingat dua lawan yang ditahan imbang selama ini merupakan langganan tampil di Piala Dunia.
Australia sendiri berada di bawah Indonesia, posisi 5 dengan 1 angka dengan posisi puncak diduduki Jepang yang dalam dua pertandingan di Grup C mencetak 12 gol, mengemas 6 poin. Arab Saudi urutan kedua dengan 4 poin sedangkan Bahrain posisi ke-3 meraih tiga poin.
Pertandingan Indonesia kontra Australia di SUGBK Jakarta disaksikan 80 penonton termasuk Presiden Joko Widodo sejatinya berlangsung tak seimbang, karena Tim Merah Putih yang sempat menyengat dimenit pertama dengan dua peluang emas terus dikurung disepanjang laga. Dua kans emas Indonesia berhasil dimentahkan kiper Australia yang kini mentas bersama AS Roma, Mathew Ryan
Kiper Indonesia berdarah Kediri, Jawa Timur, Marteen Paes jadi man of the match dengan mementahkan banyaknya peluang The Socceroos. Secara keseluruhan, Australia memiliki 19 tembakan berbanding lima tembakan milik Indonesia dan 15 tendangan sudut berbanding tiga milik tuan rumah.
Maarten Paes sukses menghadirkan keamanan dan ketenangan di lini pertahanan Indonesia, hal sama yang dilakukannya saat menghadapi Arab Saudi pekan lalu termasuk mementahkan sepakan penalti Salem Al Dawsari.
Hasil imbang ini memperpanjang awalan buruk Australia di Ronde 3. Sebelumnya bahkan Australia harus menerima kenyataan pahit kalah 0-1 dari tamunya Bahrain, Kamis (5/9).
"Kami membuang peluang lagi. Saya tidak bisa bilang terlalu banyak soal pertandingan. Kami membuang-buang peluang," kata pelatih Australia Graham Arnold usai lagai.
"Ini sangat mengecewakan. Dua laga awal gagal menang. Sekarang ada sisa delapan laga ini. Bagi saya ini membuat frustrasi," ungkapnya.
Pelatih Indonesia Shin Tae-yong menyebut pertandingan melawan Australia sangat sulit.
"Seperti apa yang diperlihatkan, ini memang menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi Indonesia," ujar Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu sempat menyorot gap yang jauh antara kedua tim di ranking FIFA. Seperti diketahui, Indonesia kini menempati posisi 133 di ranking FIFA sementara Australia merupakan penghuni peringkat 24.
"Memang, bisa dibilang kami selalu diserang. Tetapi, jika melihat mental saja, mungkin Indonesia dan Australia sama saja," sebutnya.
"Para pemain sudah bekerja keras. Sekarang kami hanya bisa menatap ke depan dan tim mau tidak mau harus berkembang terus.. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain," tutur eks pelatih Seongnam Ilhwa Chunma tersebut. Sementara Maarten Paes mengaku senang bisa tampil perdana bersama Indonesia di Stadion GBK.
"Luar biasa dan gila. Pertandingan yang top. 0-0 hasil bagus sebab secara peringkat FIFA kita beda 100 peringkat," ucap Paes usai pertandingan.
"Saya merasa sangat baik. Kami bermain secara kolektif sampai akhir meladeni tantangan Australia. Saya berharap ada gol [untuk Indonesia] tapi 0-0 cukup bagus," ucap Paes.
Paes juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter Garuda yang hadir di Stadion GBK. "Terima kasih. Sampai jumpa bulan depan," ucap Paes.
Agenda berikut bagi timnas Indonesia adalah sepasang partai tandang ke Bahrain tanggal 10 Oktober mendatang dan lima hari berikutnya menghadapi China.
Editor: Aspian Nur