Macan Kemayoran memimpin lebih dulu lewat gol jarak jauh yang dicetak Firza Andika menit ke-15. Namun Borneo FC sukses comeback melalui gol yang disarangkan Christophe Nduwarugira menit ke-44 dan saat laga diperkirakan berakhir imbang, Gavin Kwan Adsit mencetak gol lewat sundulan menit ke-90+6.
Pelatih Borneo FC Pieter Huistra menyinggung faktor keberuntungan yang membuat timnya lolos ke final. “Kedua tim memperlihatkan permainan bagus. Ada banyak duel satu lawan satu, ada banyak pertarungan sengit di atas lapangan,” kata Pieter Huistra usai pertandingan melansir dari laman klub.
“Namun, saya belum puas dengan cara kami bermain, karena sebetulnya masih bisa jauh lebih baik dari pertandingan ini. Kami bisa memanfaatkan skema set-piece dengan baik,” tambahnya. ”Bisa mencetak gol pada menit-menit akhir tentu terasa sangat spesial. Menurut saya, kami juga bisa mendapat keberuntungan. Kami tidak puas dengan skor 1-1 dan selalu berusaha untuk memenangkan laga,” tegasnya.
Pria asal Belanda itu tak menampik kalau kemenangan ini karena faktor lucky. “Para pemain pengganti semua menyerang, kami mencoba untuk terus menekan ke gawang lawan. Kami tidak puas jika harus bertanding hingga babak penalti. Akhirnya, keputusan kami bisa menghasilkan gol dan akhirnya kami bisa unggul pada menit-menit akhir. Tentu saja ada faktor keberuntungan yang terlibat pada laga ini,” ungkapnya.
Sementara Gavin Kwan Adsit merasa gembira bisa berkontribusi di balik kemenangan timnya. “Senang bisa kembali lagi ke Kota Solo. Saya juga senang bisa mencetak gol dan berkontribusi untuk Borneo FC. Saya berterima kasih banyak kepada teman-teman semua dan Coach Pieter atas kepercayaannya,” ujar Gavin yang baru pindah ke Borneo FC musim ini dari Persis Solo.
“Terima kasih perjuangannya para pemain Borneo FC, karena merekalah yang berjuang selama fight selama 90 menit. Saya senang bisa kembali bermain sebagai starter. Sudah lama saya tidak bermain di posisi ini,” sebutnya.
Sementara Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena mengungkapkan faktor utama dibalik kekalahan anak asuhnya dimana ada beberapa faktor krusial yang membuat anak asuhnya harus kebobolan. “Kami membuat satu gol lewat set piece, sedangkan mereka juga bisa membuat dua gol melalui skema bola mati,” ujar pelatih berusia 41 tahun itu.
“Kami tidak bisa gembira dengan hasil ini, tetapi kami membuat banyak hal-hal yang bagus juga di pertandingan ini. Namun, kami harus memperbaiki konsentrasi untuk menghadapi set piece,” imbuhnya.
Pencetak gol Persija Firza Andika menyampaikan permohonan maaf kepada ribuan suporter yang sudah memberikan dukungan pada laga malam tadi. “Saya meminta maaf kepada rekan-rekan The Jakmania yang sudah datang. Kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik. Memang pertandingan ini sangat keras, dan kami kurang beruntung,” ujar Firza.
Editor: Aspian Nur