Dua tim terbaik Jonggon Selection FC B bersua Sungai Payang B pada partai puncak tersebut. Sayangnya laga yang seharusnya berjalan seru itu dibumbui kepemimpinan wasit dengan inisial IF yang kontroversial.
Beberapa kali IF membuat keputusan yang dianggap merugikan Jonggon Selection FC. Ada beberapa momentum yang seharusnya tidak pelanggaran namun diputuskan sebagai pelanggaran.
Puncaknya saat skor kedua tim sama kuat 1-1, IF menghadiahi pelanggaran untuk kubu Sungai Payang di babak kedua setelah pemain Jonggon yaitu Ardi dianggap melakukan pelanggaran kepada Nawawi, pemain Sungai Payang.
Situasi yang sebenarnya terjadi, Ardi menyundul bola namun kaki Nawawi yang salto terkena kepala Ardi namun justru pelanggaran diberikan kepada Sungai Payang. Dari free kick itulah Sungai Payang berhasil mencetak gol kemenangan dan juara turnamen.
Wajar kalau pelatih Jonggon Selection Doni Aditya Haryono mengaku kecewa atas kepemimpinan IF sebagai wasit tengah. Dengan banyaknya jam terbang yang sudah dijalani oleh IF, Doni menyebut seharusnya sang pengadil tidak melakukan kesalahan seperti itu.
“Ardi sudah lebih dulu lompat untuk menanduk bola, kemudian Nawawi melakukan tendangan salto yang mengenai kepala Ardi tapi kok malah Ardi yang diganjar pelanggaran? Kan lucu. IF ini bukan wasit kemarin sore, tapi kok yang mendasar seperti itu masih salah, ada apa ini?,” ungkap Doni kepada korankaltim.com, Senin (1/1/2024).
Dirinya tidak membahas skor akhir karena lawan mendominasi namun kepemimpinan IF yang tidak mencerminkan wasit berlisensi inilah yang membuat dirinya harus angkat bicara.
“Saya tidak masalah kalah dengan skor berapapun dan di final kemarin tim lawan juga mainnya lebih bagus. Tapi ini lebih ke soal kapasitas seorang sebagai wasit, ini partai final. Kalau memang tidak siap jangan jadi wasit tengah. Bagaimana sepak bola Kukar mau maju kalau wasitnya seperti dia itu,” imbuh Doni.
Doni berharap agar ke depan kualitas wasit terutama di Kukar bisa diperbaiki. Sebab wasit memiliki peranan penting dalam pertandingan. “Ayolah sama-sama berbenah, wasit kan pemegang ritme pertandingan jadi harus fair. Kalau salah, satu dua kali itu manusiawi, tapi kalau berkali-kali itu ya keterlaluan,” terangnya.
Doni juga berharap agar komite wasit Askab PSSI Kukar bisa memberikan sanksi tegas kepada wasit yang memimpin pertandingan dengan tidak fair. “Sejauh yang saya dengar saat ini ketika pemain memukul wasit, pemain tersebut akan di-blacklist. Nah bagaimana jika wasit yang memimpin tidak bagus? Pemain tidak mungkin anarkis kalau wasit memimpin dengan adil. Lantas bagaimana sanksinya ketika wasit ini memimpin pertandingan tidak fair? Harusnya disanksi serupa, tidak usah dipakai di kegiatan apapun atau bahasanya diistirahatkan dari tugas,” tegasnya.
“Sekali lagi, saya tidak punya tujuan untuk merendahkan wasit. Saya hanya ingin semua berbenah, tim berbenah, wasit berbenah, sehingga sepak bola Kukar ini benar-benar hebat dari segi kualitas. Jika ada pihak yang merasa saya sudutkan, saya siap untuk berdiskusi, dan saya juga memiliki saksi terkait kepemimpinan IF di laga final Kamis kemarin jika memang perlu dihadirkan,” timpal Doni.
Informasi tambahan, bersumber dari keterangan langsung dari Doni, wasit IF secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf nya kepada tim Jonggon Selection. "Iya dia sudah meminta maaf kepada kami," ucap Doni.
Terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara Turnamen Margahayu Cup II, Ari menyatakan secara keseluruhan gelaran turnamen berlangsung lancar meski pada partai final diakuinya ada kontroversi keputusan wasit.
"Ya memang banyak keputusan wasit yang kontroversi dan puncaknya yang Nawawi sama Ardi itu, tapi yang dapat pelanggaran justru Sungai Payang merugikan Jonggon karena tendangan bebas dari pelanggaran itu berbuah gol kemenangan. Kami menggunakan wasit dari Askab agar kepemimpinan jalannya pertandingan berlangsung adil dan pemain pun segan, kalau seperti kemarin ya sangat disayangkan. Semoga kedepannya lebih baik lagi kepemimpinan wasit Askab dan InsyaAllah tahun ini kita selenggarakan lagi Margahayu Cup III," kata Ari.
Editor: Aspian Nur