Kemenangan 6-0 dari Brunei diraih berkat gol demi gol yang dicetak via hattrick Dimas Drajad (7’, 72’, 90+2’), brace Ramadhan Sananta (63’, 67’) dan Rizky Ridho (12’) pada laga yang disaksikan Presiden Joko Widodo dan istri juga Menpora Dito dan Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI.
Enam gol ada di genggaman, tapj rivalitas dengan Brunei belum sepenuhnya usai karena masih ada satu laga yang akan dimainkan di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei lima hari ke depan.
Meski menang besar, pelatih Indonesia Shin Tae-yong di merasa para pemainnya bisa tampil lebih baik lagi. Apalagi dia menyoroti jeda gol kedua dan ketiga Indonesia butuh waktu lama.
"Saya mengucapkan selamat kepada para pemain, tetapi untuk jalannya pertandingan, saya lihat permainan anak-anak harus bisa lebih baik," kata Shin Tae-yong.
"Setelah gol kedua, (kami harus menunggu) sangat lama sampai terjadinya gol ketiga. Itu yang harus kami evaluasi. Untungnya di babak kedua pemain bekerja lebih keras lagi dan hasil akhirnya baik. Jadi saya tetap mengucapkan terima kasih kepada para pemain," tambahnya.
Sementara itu meski mencetak hattrick, Dimas tetap rendah hati. Dia mengatakan torehan yang diukirnya itu tidak lebih penting dari kemenangan yang ditorehkan Skuad Garuda malam ini.
"Alhamdulillah bisa menang dan saya bersyukur mencetak hat-trick. Tetapi yang terpenting bukan saya cetak hat-trick, tetapi bisa menjalankan instruksi dari coach Shin (Tae-yong)," kata penyerang Persikabo di Liga 1 itu. "Kami sebagai tim harus kompak dan harus bisa tampil bagus lagi di leg kedua. Gol ini juga saya dedikasikan untuk masyarakat Indonesia," kata Dimas.
Jika lolos dari putaran pertama ini, Timnas Indonesia akan bergabung di Grup F bersama Irak, Vietnam, dan Filipina.
Pelatih Brunei Darussalam, Mario Rivera memiliki target menarik pada leg kedua pekan depan. Rivera ingin tim asuhannya balas dendam kontra Timnas Indonesia.
"Tentu saja kami akan mencoba memenangkan pertandingan. Kami punya banyak waktu dan ingat dalam sepak bola tidak ada yang mustahil. Kamu akui sulit tapi kami akan berjuang,” tegasnya.
"Yang terpenting adalah kami tahu kekuatan kami dan kelemahan Indonesia, lalu kami akan mencoba memanfaatkannya untuk memenangkan pertandingan," sebut Rivera.
Kalah telak membuat Brunei Darussalam butuh keajaiban untuk bisa lolos ke putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mereka wajib menang dengan selisih tujuh gol pada leg kedua, jika ingin mewujudkan target tersebut.
Editor: Aspian Nur