Laskar Sapeh Kerap berada di pucuk klasemen dengan 27 poin sementara Pesut Etam mengantongi 25 angka. Itu artinya kalau tim tamu mampu menumbangkan tuan rumah praktis pimpinan klasemen yang sudah beberapa pekan diduduki Madura United bakal tergusur.
Bersama Persib Bandung yang ada di urutan ke-5 klasemen, Madura United dan Borneo FC jadi tiga tim dengan jumlah kekalahan paling minim, hanya dua kali.
Terbaru, Borneo FC mengamankan 3 poin usai mengalahkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 pada matchweek ke-13 Senin (25/09/2023) malam tadi di Stadion Segiri Samarinda.
Gol semata wayang Borneo FC ditentukan via penalty Leo Lelis hanya delapan menit jelang waktu normal berakhir. Ini jadi kemenangan ketujuh beruntun anak asuh pelatih Pieter Huistra dan mereka menjaga maruah Stadion Segiri karena belum pernah kalah saat bermain di depan pendukung sendiri.
Huistra mengakui anak asuhnya bermain kaku dibabak pertama saat menghadapi PSM Makassar. "Pertandingan yang menarik karena kedua tim bermain dengan taktik yang berbeda. Akan selalu menjadi pertanyaan tentang siapa yang lebih dominan. Di babak pertama kami bermain agak grogi dan membuat beberapa kesalahan dan belum menguasai pertandingan," ucap Huistra kepada wartawan usai pertandingan malam tadi.
Setelah turun minum pria asal Belanda itu menyebutkan penggawa Pesut Etam mulai menemukan skema permainan. "Setelah 30 menit, kami melihat pertandingan mulai berubah dan kami mulai bermain dominan. Dan di babak kedua kami tampil lebih baik dan pantas memenangkan pertandingan," ucapnya.
Sementara itu sebagai pemain Borneo yang dijatuhkan hingga wasit memberikan hadiah penalti, Sihran Amarullah menyebutkan timnya pekan ini belum bisa memanfaatkan peluang yang ada selama pertandingan.
"Alhamdulillah kami mendapatkan 3 poin di kandang. Mungkin kami hanya kurang mendapat satu peluang saja, terima kasih," ujar Sihran dengan singkat.
PSM Makassar yang berstatus juara bertahan musim lalu masih bertengger di peringkat 9 dengan 18 poin pada klasemen sementara putaran pertama Liga 1 musim ini.
Pelatih mereka Makassar Bernardo Tavares geram dengan keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Borneo FC yang membuat mereka kalah.
Penalti diberikan wasit Ginanjar Rahman Latief kepada tuan rumah Borneo FC setelah pemain PSM dianggap membuat pelanggaran. "Kalian lihat, kalian juga bisa putar rekamannya, disitu tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain PSM Makassar," kata Tavares.
Pelatih asal Portugal ini bahkan heran dengan respons wasit keempat saat protes insiden yang terjadi. "Katanya 'headset saya tidak berfungsi untuk menyampaikan sesuatu ke dalam'. Alasan seperti apa itu. Saya pikir pemain terbaik dalam laga ini adalah wasit. Dia tidak becus memimpin pertandingan," ungkapnya.
Tavares juga bingung lantaran wasit Ginanjar Rahman Latief masih diberikan kesempatan memimpin pertandingan meskipun pernah melakukan kesalahan serupa. "Wasit ini sudah melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Tapi, dia tetap dipercaya untuk memimpin pertandingan," sebut Tavares.
Editor: Aspian Nur