Dengan 19 poin, Borneo FC diurutan kelima saat ini bisa naik dua strip kalau bisa mengatasi perlawanan PSS yang berada diposisi 10 dengan 17 poin. Borneo FC sudah bermain lima kali di kandang dan meraup 13 namun pelatih Borneo FC Pieter Huistra mengatakan PSS Sleman tidak bisa dianggap remeh.
"PSS Sleman bukan tim mudah untuk melawan mereka dari laga 4, 5, mereka menang atau seri kita juga bukan tim mudah tapi kita harus lihat situasi," kata Huistra dilansir dari laman resmi klub pagi ini.
Pria asal Belanda itu menyebut sudah mempersiapkan strategi khusus namun, ia mengungkapkan ini bukanlah laga yang mudah untuk kedua tim guna menjaga asa papan atas. "Ini bukan pertandingan mudah buat kedua tim," tegasnya.
Secara terbuka Huistra juga mengakui keberadaan dua mantan Borneo FC di skuat PSS, Wahyudi Hamisi dan Jonathan Bustos, sudah pasti bisa membuat tuan rumah kerepotan. “Tentu dua mantan pemain kami sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan kami dan akan disampaikan kepada pelatih mereka,” ungkapnya.
Pada laga terakhirnya sebelum jeda internasional, Borneo FC kalah dengan skor 1-2 di markas Persebaya Surabaya. Ini adalah kekalahan pertama Pesut Etam selalu tujuh laga beruntun meraih hasil positif.
Sementara PSS Sleman tidak pernah kalah pada lima laga terakhir namun ada penurunan performa di kubu Elang Jawa karena dua laga terakhir PSS ditutup dengan skor imbang. PSS imbang lawan Persebaya dan PSM di kandang sendiri.
Pelatih PSS Sleman Marian Mihal mengakui Borneo FC sulit dikalahkan di kandang sendiri. “Mereka bakal menjadi lawan tangguh tapi kami berharap bisa memberikan permainan terbaik dan tentu saja meraih kemenangan,” tegas Marian.
Mantan bek timnas Rumania itu menyampaikan telah mempersiapkan semua aspek latihan untuk menghadapi laga tandang tersebut. "Kami tahu mereka satu diantara tim terbaik di musim ini. Mereka juga sangat disiplin dengan kultur yang dibawa oleh pelatih dari Belanda,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Marian mengaku tidak melibatkan secara mendalam gelandang PSS yang pernah membela Borneo FC, yakni Jonathan Bustos dan Wahyudi Hamisi ketika melakukan analisa tentang sang lawan karena Borneo FC adalah tim yang berbeda dengan musim lalu lantaran kepindahan Jonathan Bustos dan Matheus Pato. “Saya telah melakukan analisa Borneo FC dengan banyak melihat pertandingan yang telah mereka jalani," paparnya.
“Mereka adalah tim yang sangat taktikal. Terlebih, Borneo FC dilatih dengan pelatih Eropa yang sangat tahu karakter para pemain Indonesia, sedangkan kami adalah tim yang selalu siap dengan tantangan baru dengan kesigapan secepat mungkin,” sebut Marian.
Sementara gelandang PSS Sleman Wahyudi menyebut nama Stefano Lilipaly sebagai pemain yang harus diwaspadai rekan-rekannya. “Apapun itu, kami tetap harus berjuang sekuat tenaga untuk membawa pulang poin dari mereka. Target harus kami upayakan dan perjuangkan,” ujarnya.
“Dia (Stefano Lilipaly) memiliki kemampuan tendangan yang akurat, dribble bola bagus, dan satu lagi, feeling golnya sangat bagus. Ini harus diwaspadai,” ucap Wahyudi.
Perkiraan Susunan Pemain:
BORNEO FC (4-3-3): Nadeo Argawinata; Fajar Fathurrahman, Silverio Junior, Leo Lelis, Diego Michiels; Kei Hirose, Hendro Siswanto, Adam Alis; Terens Puhiri, Felipe Cadenazzi, Stefano Lilipaly.
Pelatih: Pieter Huistra.
PSS SLEMAN (4-3-3): Anthony Pinthus; Ibrahim Sanjaya, Nurdiansyah, Leonard Tupamahu, Bayu Setiawan; Jonathan Bustos, Jihad Ayoub, Kim Kurniawan; Ricky Cawor, Hokky Caraka, Kei Sano.
Pelatih: Marian Mihail.
Editor: Aspian Nur