Borneo FC di peringkat kedua klasemen sementara dengan poin 19 memiliki kans memangkas margin dengan Madura United yang mengemas 23 angka andai bisa meraih kemenangan, sementara Persebaya yang ada di urutan ke-10 berpeluang naik hingga lima besar andai mampu menumbangkan Pesut Etam di depan pendukung mereka sendiri.
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra memprediksi laga bakal berlangsung sengit. Tak ada pemain yang absen di laga ini membuat Huistra percaya diri. "Semua pemain siap bermain, baik yang cedera maupun akumulasi kartu," ucap Huistra dilansir dari laman resmi klub.
Pria asal Belanda itu mewaspadai cara bermain Bajul Ijo yang banyak memiliki variasi dan tidak akan menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak meraih kemenangan dan mendapat poin penuh karena pemainnya juga sudah siap.
"Kami akan berusaha maksimal agar dapat memenangkan setiap pertandingan dan penyerang kami hampir semua mencetak gol juga," tegasnya.
Mantan direktur teknis tim nasional Indonesia itu mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan keunggulan tim berdasarkan peringkat di klasemen sementara dan lebih mementingkan untuk fokus memenangkan pertandingan dalam setiap laga.
"Saya tidak mau melihat situasi dan keadaan klasemen liga, saya hanya ingin melihat tim ini bermain dan memenangkan pertandingan, namun ada kalanya kami menang dan juga kalah," kata Pieter.
Borneo FC diuntungkan dengan jadwal FIFA Matchday Indonesia kontra Turkmenistan yang baru bergulir tengah pekan ini, yang itu artinya delapan pemain mereka yang dipanggil baik ke timnas senior maupun U-23 tetap bisa berlaga.
Kiper Nadeo Argawinata, Stefano Lilipaly, Adam Alis Listyano, Daffa Fasya, Komang Teguh, Fajar Faturrahman, Muhammad Taufany Muslihuddin serta satu pemain Vietnam Win Naing Tun tetap bisa bermain sehingga kekuatan Borneo FC tak tergerus.
Stefano Lilipaly menegaskan tekadnya bersama pemain lain tampil maksimal agar dapat mencuri poin dan mencetak gol di kandang Persebaya.
"Kami sudah tahu kalau lawan Persebaya akan berat, mereka punya pemain bagus, tapi kami ke sini juga berbekal hasil positif dalam tiga pertandingan terakhir. Kami mendapat tiga poin dan di sini kami juga akan cari hasil yang positif," ujar pemain kelahiran Belanda tersebut.
Mantan pemain FC Utrecht tersebut juga mengaku tidak akan terpengaruh dengan hadirnya suporter tuan rumah, bahkan akan dijadikan motivasi untuk meraih tiga poin.
"Kami tidak masalah Bonek akan mendukung Persebaya, malah tidak baik bagi kami jika pertandingan tidak ada suporternya. Akan tidak bagus," katanya.
Sementara pelatih sementara Persebaya Uston Nawawi bakal melakukan perubahan gaya permainan menghadapi Borneo FC.
“Kami tahu ini laga berat karena Borneo FC berada di papan atas, tapi sepakbola tak bisa seperti itu. Kami tuan rumah, tentu saja bertekad meraih kemenangan,” sebut Uston.
Mantan gelandang timnas Indonesia ini bersiap untuk meredam permainan impresif tim tamu yang dikenal dengan gaya menyerang. “Kami akan mengubah gaya permainan, karena menghadapi tim dengan gaya menyerang harus diredam dan mengantisipasi dengan baik. Intinya kami bekerja keras berjuang untuk meraih poin," tegasnya.
Pertandingan ini bakal menjadi laga terakhirnya Uston Nawawi sebagai pelatih caretaker. Ia harus kembali menjadi asisten pelatih sesuai dengan regulasi yang hanya memberikan waktu 30 hari kepada pelatih caretaker untuk memimpin tim.
Setelah itu, Persebaya harus segera menunjuk pelatih kepala yang memenuhi persyaratan jika tidak ingin mendapatkan sanksi. Uston Nawawi pun memastikan tim sudah dipersiapkan sebaik mungkin untuk menutup tugasnya dengan hasil maksimal. "Semua pemain dan pelatih bertekad untuk mengambil tiga poin di kandang karena kalau naik ke papan atas harus mengalahkan tim di atas kami," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur