Bukan laga mudah meski bermain dihadapan supporter sendiri, karena Pesut Etam harus bermain dengan 10 orang meski sempat unggul 1-0 saat laga baru berjalan tiga menit.
Sundulan Silverio Silva yang merobek gawang Laskar Padjajaran yang dikawal Dicky Indrayana dibayar dengan kartu merah bek bernama lengkap Silvério Júnio Gonçalves Silva asal Portugal itu menit 28 karena melakukan pelanggaran di area akhir pertahanan Borneo FC.
Bermain dengan 10 orang nyatanya Borneo FC tetap tampil manyala, mereka mencetak gol kedua lewat solo run Stefano Lilipaly menit 38 dan sundulan Felipe Cadenazzi menit 48. Tim tamu mempertipis ketertinggalan menit 61 lewat Rafael Conrado Prudente dan Jose Varela menit 90.
Pelatih Borneo FC Pieter Huistra menegaskan menang meski dengan 10 pemain adalah tanda anak asuhnya siap dengan pertandingan melawan Persikabo 1973. Menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, Borneo FC juga dianggapnya bermain sangat efektif.
''Meskipun ketika menit ke-80 pemain sudah kelelahan, tapi mereka tetap berjuang untuk bisa menang,'' paparnya.
Rahasia lainnya adalah pemainnya berhasil melakukan pengawalan ketat kepada lawan. Pengawalan ketat itu yang banyak menciptakan ruang kosong ketika berhasil merebut bola. ''Kami melakukan serangan balik dan berhasil memanfaatkannya. Saya mengapresiasi pemain karena terus berjuang hingga menit akhir bahkan terus menekan lawan,'' tegasnya.
"Kami mengatur untuk melakukan hal itu, pada saat menguasai bola lebih awal kami mempunyai ruang untuk melakukan serangan dan kami menggunakannya dengan baik," tegas pria asal Belanda itu.
Bek sayap Borneo FC Fajar Fathur Rohman menambahkan, pertandingan berjalan sangat melelahkan karena timnya bermain dengan 10 pemain. Namun, keinginan untuk menang membuat rekan-rekannya tidak menyerah. ''Kami kehilangan satu pemain tapi tetap semangat. Justru kehilangan itu membuat kami bermain baik,'' ujarnya.
Editor: Aspian Nur