Tim kebanggan warga Kota Tepian punya catatan bagus saat menjamu tim berjulukan Laskar Serdadu Tridatu itu. Dalam dua lawatan terakhir ke Samarinda, Bali United hancur lebur dengan skor 1-5 pada Liga 1 2022-2023 dan 0-6 pada Liga 1 2019. Saat bertemu di Bantul musim lalu, Bali United juga takluk 1-3. Pada musim lalu, Bali United kebobolan 8 gol dalam dua pertemuan. Sementara dalam empat lawatan ke Samarinda, gawang Bali United jebol 13 kali.
Bermodal 1 poin hasil dari pertandingan seri melawan Persik Kediri beberapa hari lalu, tentu membuat semangat anak asuh Pieter Huistra tak mau mengulang hal sama. Terlebih, Terens dan kawan-kawan kali ini tampil di depan public sendiri.
Menang menjadi kata wajib untuk bisa menaikkan semangat pemain dan menjaga tim tetap dijalur juara. Dari laga sebelumnya, juru gedor Borneo FC, Matheus Pato sudah mulai memperlihatkan ketajamannya, meski dari sejumlah peluang yang dimiliki, termasuk dari tendangan bola mati hanya berbuah 1 gol.
“Besok menjadi laga penting bagi kita karena laga kandang perdana dan kita ingin tunjukan Borneo FC ke supporter yang datang,” ungkap Pieter Huistra dikutip dari akun resmi Borneo FC.
Sementara dari kubu lawan, Pelatih Bali United Stefano Cugura Teco mengatakan, timnya akan berupaya memanfaatkan peluang untuk mencuri gol di Samarinda. Bali United berpotensi menghadirkan strategi baru saat melawan Borneo FC.
Strategi ini kemungkinan dipengaruhi perekrutan Jefferson Assis meski sebenarnya tanpa Jefferson Assis, Bali United sudah menjadi tim paling tajam pada musim lalu. Jefferson Assis berpotensi mengubah strategi Bali United karena kecil kemungkinan Ilija Spasojevic untuk dicadangkan. Musim lalu, selain mencetak 20 gol, Jefferson Assis juga mencatatkan lima assist. Oleh karena itu, kemungkinan strategi berubah sangat besar.
Editor: Maruly Zainuddin